Rabu, 15 September 2010

Italian: Lasagna a la Tiny Kitchen

Udah lama banget pengin nyobain bikin Lasagna. Secara aku udah punya pasta-nya. Browsing-browsing resep plus nanya-nanya temen yang pinter bikin Italiano food akhirnya kesampaian juga.

Pertama kali baca kiriman resep dari Arie, temenku, aku pikir ini resep kok ribet banget kayaknya. Pikir-pikir lagi gimana caranya bisa bikin yang simple n bisa cepet dilaksanakan sebelum moodnya  keburu hilang. Akhirnya aku pakai aja saus Bolognese instant. Jadi nggak gitu ribet dan rasanya pasti pas deh… hehehe…. Maklum sedikit malas.

Kebetulan hari itu sepupuku Anggi pas main ke rumah sama keponakannya yang chubby banget dan mamanya. Jadi deh kita bikin sama-sama lasagna-nya.

Pertama-tama kita siapin saus-sausnya. Biarpun pakai bolognese instant bukan berarti langsung cemplung aja ya... Masih aku tambahin kok. Aku tumisin bawang bombay n bawang putih cincang pake olive oil. Setelah layu aku masukin daging cincang dan diced carrot. Aduk sampai daging berubah warna n wortelnya matang. Tambahin rajangan jamur kancing, trus masukin deh saus Bolognese instantnya. Aduk rata. Karena kayaknya warnanya kurang menyala, aku tambah pasta tomat n pepper to taste... Bolognese Sauce siap... mmmm yummy...
Abis itu aku siapin Bechamel Sauce. Butter meleleh trus masukkan tepung terigu, aduk rata lalu tuangi susu cair dan aduk sampai licin. Bumbuin dengan pala bubuk, garam, merica secukupnya. Tambahin keju. Kalau aku lihat di internet sih kejunya pakai keju cheddar. Tapi Arie bilang, pakai keju mozarella aja biar tambah yummy. So, aku pakai keju mozarella. Bechamel Sauce ready...

Pasta-nya aku pakai yang instant alias nggak perlu direbus dulu. Tapi ternyata pada pembuatan pertama kurang memuaskan. Maklum belum pengalaman. Aturannya harus ketutup semua dengan saus-sausnya. Ternyata ada yang numpuk, nggak kena saus deh jadinya. Terus jadi keras deh.... Jadi pada pembuatan selanjutnya biar instant tetep aku rebus sebentar si pasta ini.

Setelah semuanya siap baru deh bikin lapisan-lapisannya. Di pyrex sedang yang sudah dioles mentega ditata lapisan-lapisannya. Lapisan pertama pasta, ditutup dengan saus bolognese, lalu saus bechamel, lalu taburan mozarella. Lakukan sampai pyrex penuh, paling atas bechamel sauce dan taburan mozarella-nya diratain sampai nutupin piyrex kalo bisa... wah pokoke ngeju abiesss...

Pasta siap dipanggang. Kira-kira 45 menit atau sampai matang deh.... Setelah matang keluarkan dari oven dan diamkan dulu 10 menitan biar set. Siap dihidangkan... cihuuuyyyy yummyyyy.....



Dibawah ini tampangnya kalo dipotong. Pada percobaan pertama emang look messy, tapi percobaan kedua... wah rapi jali... aku jadi seneng bikinnya, mau bikin lagi dan berjanji pasti dengan homemade bolognese sauce... :)


Here is the original recipe.

Lasagna
by: Arie Reborn 

Bahan:
• 8 lembar pasta lasagna kering, rebus matang (tergantung brp besar pinggan tahan panasnya klo besar ya ditambahin lagi lasagnanya. Terus rebusna satu persatu +/- 3mnt / lbr. Stlh di angkat masukkan ke tempat / nampan yg diisi air,jd ga akan lengket satu sama lainnya)
• 150 gram keju mozzarella, parut
 
Bahan Saus Bolognese :
• 2 sendok makan mentega tawar / olive oil
• 200 gram bawang bombay, cincang halus
• 4 siung bawang putih, cincang halus
• 500 gram daging sapi giling (bisa diganti ayam)
• 500 gram tomat merah rebus, kupas, cincang
• 150 gram wortel, potong dadu 1/2 cm (boleh ditiadakan)
• 1 sendok makan pasta tomat
• 1 1/2 sendok teh garam
• 1 sendok teh merica bubuk
• 1/2 sendok teh oregano kering
• 2 lembar daun bay
 
Bahan Saus Bechamel :
• 2 sendok makan mentega tawar
• 3 sendok makan tepung terigu serba guna
• 1 liter susu cair (klo susunya krng dari 1ltr,mentega&tepung teriguna dikurangi krn utk saos ini jadinya spt bubur)
• 1/4 sendok teh pala bubuk
• 1/4 sendok teh merica bubuk
• 1 sendok teh garam
• 50 gram keju mozarella parut
 
Cara Membuat Lasagna :
1. Saus bolognese : Panaskan mentega, tumis bawang hingga harum. Masukkan daging giling, masak hingga berubah warna. Masukkan semua sisa bahan. Aduk, masak hingga meletup-letup Angkat. Sisihkan.
2. Saus bechamel : Panaskan mentega, masukkan terigu. Aduk rata. Tuangi susu sedikit demi sedikit hingga licin. Bubuhi pala, merica, garam, dan keju. Aduk rata. Angkat.(pake api kecil aja)
3. Susun berurutan dalam pinggan tahan panas (olesi dulu dgn mentega dan tepung,biar ga lengket) : pasta, saus bechamel, saus bolognaise dan keju mozarella. Lakukan hal yang sama hingga pinggan penuh. Nti atas sendiri olesi dgn saus bechamel taburi dengan sisa keju
4. Panggang dalam oven panas suhu 200 derajat Celcius selama 45 menit hingga matang.
5. Potong-potong, sajikan hangat. 

Mau lihat ekspresi "gimme s'more" dari keluargaku? See below picture... ;-)


Jumat, 27 Agustus 2010

Jelly Candy

It's not homemade, but cheers up my home and the kids love it... I love it too. I love sweets...


Nikon D70, 35mm, 1/60 sec - f/2.8, ISO 200

Kamis, 26 Agustus 2010

My Two Lovely Princess

This time, I will not post about anything related with food and drink. I want to write about my lovely daughters. I did not realize that time really goes by so fast. I still remember how cute they are when they're still babies... I remember the time, the situation when I delivered them. Now, they have grown up as the most beautiful kids I have ever seen in my life.


Tita is my eldest daughter. She is six years old now and she is in first grade of elementary school. She grows high and quite tall for her age, but she is skinny... She loves to eat snack, and she really loves whatever I made for her. I don't know why she still skinny then... :-)
Tita loves being photograph by me n my hubby. She has her own favorite pose. Look how beautiful she is.... :-)


Nuna is my youngest daughter. She is three and a half years old now. She is in kindergarten, and loves to play puzzles. She is a picky eater and her favorite dish is shrimp and chicken nuggets. She doesn't like to eat rice very much. When I and my husband want to take a photograph of her, we have to direct her since she doesn't really like to pose. But when she finds the chemistry she will pose very beautiful. I love her chubby cheek... :-)

Some people says they are twins... LOL... what so ever, they have obvious differences... 
I love them more than anything in this world... Thank you Lord, for this unbelievable blessing...

Minggu, 22 Agustus 2010

I did joint "Banana Week" on NCC... :)

I was so proud when I can posted one of my creation. First time bake a cake, and second time posted for week event on biggest culinary group in Indonesia. You guys can check it out on their blog Banana Week event.

You must be wondering why I post this now. This event was held on January 2010. It was because I thought I have to make some nice naration for my blog. Then I delayed to post this and other story, until so many things has happen then I realize that I have missed so many. I forgot to post some of my creations, my photographs, and many more. I have so many things to share with others and I will try not to delay any idea popped out of my head.... Maybe in the next two or three posts you will see what I have missed.


Gara-gara ikutan NCC Soes Week yang lalu, saya yang masih ABG ini jadi ketagihan nyobain resep-resep yang sebelumnya cuma saya kumpulin aja sampai banyaaaakkkk banget.

Di Banana week kali ini saya beranikan diri nyoba resep dari tabloid Saji, lumayan mudah untuk pemula sih (kayaknya lhoh)..
So, dipersilahkan menikmati ya....

Cake Pisang a la Gateau African
Sumber: Tabloid Saji (2007)

Bahan Cake:
6 btr telur
120 gr gula pasir
1 sdt emulsifier (TBM)
100 gr terigu protein sedang
40 gr coklat bubuk
15 gr susu bubuk
1/2 sdt baking powder
150 gr pisang ambon, dihaluskan
125 gr margarin, dilelehkan
1/2 sdt pasta cokelat
1/4 sdt esens pisang

Bahan Isi:
600 ml susu cair
100 gram gula pasir
6 sdm tepung maizena dilarutkan dengan 3 sdm air, untuk pengental
2 kuning telur
2 sdm margarin
2 sdm rhum (optional)
Cokelat bubuk untuk taburan

Cara Membuat:
  1. Cake: kocok telur, gula pasir dan TBM sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, coklat bubuk, susu bubuk, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
  2. Masukkan campuran pisang ambon halus, margarin leleh, coklat pasta dan esens pisang sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan.
  3. Tuang di dua buah loyang 22x22x4 yang diolesi margarin dan dialasi kertas roti. Oven 20 menit dengan suhu 190 derajat Celcius. (Karena loyangnya cuma punya satu dan tinggi 7 cm, saya panggang sekaligus dalam 1 loyang)
  4. Rapikan samping-sampingnya. Letakkan satu lembar cake di loyang 20x20x7 cm yang dialas plastik.
  5. Isi: Rebus susu cair dan gula pasir sambil diaduk sampai mendidih. Tambahkan larutan maizena. Masak sampai meletup-letup.
  6. Kecilkan api. Tambahkan kuning telur. Aduk rata, angkat.
  7. Masukkan margarin dan rhum. Aduk sampai licin.
  8. Tuang diatas cake. Tutup dengan cake yang lain. Biarkan dingin.
  9. Sajikan dengan taburan coklat bubuk.
Untuk 16 potong

Lesson learned:
1. Harus lebih rapi lagi membelah cake. Baru tau trik motong pakai benang setelah baca-baca milis...
2. Belum tau caranya supaya cake dan vla lebih nempel, karena setelah dipotong, lepas-lepas antara vla dan cake atas.
And here you see a logo that I can put on my blog, but I don't know how to add it so I just put it here..... :)


Kamis, 19 Agustus 2010

Breakfast Rendezvous @ My Tiny Kitchen


Cita-citaku yang belum kesampaian hingga saat ini adalah membuat proyek 365 hari mencoba resep-resep khusus. Baik gagal maupun berhasil. Alasannya klasik banget sih. Belum ada waktu. Tapi untuk mengobati rasa penasaranku, aku selalu sempatin coba paling tidak satu resep dalam satu minggu. Jadi aku tahu tingkat kesulitan setiap resep yang aku coba menurut kemampuanku. Resep-resep yang sudah kucoba selama ini bukanlah resep-resep yang rumit. Awalnya dimulai dari makanan favorit keluargaku. Secara aku bukan ahli memasak. Tapi dorongan kuat untuk menyenangkan orang-orang terkasih di sekitarku lewat makanan membuat aku akhirnya jatuh cinta dengan masak-memasak ini.


Akhir pekan ini kebetulan kami nggak ada acara jalan keluar. Jadi sambil ngobrol-ngobrol di dapur pagi-pagi, aku buat saja Buttermilk Pancake untuk sarapan. Pikirku wah sekalian aja nih aku foto-foto, mumpung ada sesuatu yang bisa dipakai buat garnish dan ada beberapa property baru yang mau aku pakai. Pas bikin pancake-nya ternyata aku ingat masih punya pisang raja yang masak. Wah harus cepet-cepet dimasak nih sebelum ketuaan. Menurut ibu mertuaku, pisang yang ketuaan kalau digoreng akan menyerap banyak minyak. Jadi aku goreng aja dan sesuai kesukaan keluarga, diatasnya aku taburi gula halus dan keju parut… Mmmmm bener-bener enak…..


Resep Buttermilk pancake ini hasil aku blogwalking, dan aku lupa nama blog-nya. Maaf ya kalau belum sempat nyamtumin blognya…


Buttermilk Pancake

Bahan:
250 ml buttermilk*
165 gr tepung terigu serbaguna
2 sdm gula pasir
2 sdt baking powder
¼ sdt garam
Tambahkan:
2 sdm mentega, dicairkan
1 btr telur, kocok lepas

Cara membuat:
  1. Campurkan bahan-bahan dalam mangkuk sambil diaduk dengan whisk sampai tercampur rata.
  2. Tuang mentega cair dan telur kedalam adonan, aduk rata selama kurang lebih 15 menit. Adonan agak kental.
  3. Panaskan wajan anti lengket, olesi sedikit mentega, tuang adonan kurang lebih 1-2 sendok sayur.
  4. Biarkan pancake sampai mengeluarkan gelembung-gelembung kecil dan permukaannya kering.
  5. Balik dan masak sampai kecoklatan, angkat.
  6. Pancake bisa disajikan dengan: 
  • Sirup maple/ sirup strawberry/ sirup coklat/ madu/ saus caramel.
  • Tambahkan potongan buah segar seperti strawberry, kiwi, atau buah kalengan.
  • Beberapa scoop es krim.
Beberapa tips:
Jika pancake kurang tebal, tambahkan 1-2 sdm terigu.
Jika terlalu tebal, tambahkan 1-2 sdm susu cair/ air.
*)Jika tidak ada buttermilk bisa diganti dengan campuran sebagai berikut: 250 ml susu cair ditambahkan dengan ½ sdm cuka makan. Diamkan selama 10 menit sampai susu menggumpal. Siap digunakan.

Selasa, 17 Agustus 2010

The Famous "Pennylane Brownies"

Did I ever mention that I will write you about this "pain healing" cake? Well, like it or not I will post it anyway.

This kind of brownies has been my family favorite since first time I've tried to make one. The process is very easy although there some tricky thing in baking process. When I found that all family member like to taste and finish the brownies until last bite, I become more confident to try another recipe. Especially cake recipe which I always thought very difficult.

Now that I know everything is simple, I never stop to learn every single step about baking. For me baking is not just a hobby. It's more like a great solution when I'm in trouble. It is a self entertaining. Make me calm and cool. But I more likely to bake with love, or when I'm in a very good mood...



Here is the recipe I have modified to fit the family taste.

Pennylane Brownies
Original recipe by: Riana Ambarsari
Modified by: Anom W. Handoko

Ingredients:
4 eggs
330 gr sugar
210 gr all purpose flour
1/2 tsp salt
1 tsp vanilla powder
60 gr cocoa powder
225 ml vegetable oil
120 gr almond slice
85 gr choco chip

Directions:
1. Line two baking tins 30x10x4 cm with baking paper.
2. Preheat oven to 180 degrees C.
3. In a separate bowl, mix together flour and cocoa powder shifted, salt and vanilla powder.
4. In a large bowl, mix eggs until slightly thickened, stir in sugar and keep mixing it until fluffy.
5. Add in the flour mixture and fold it until incorporated. Add in the vegetable oil little by little until well combine and then add in 3/4 of almond slice and choco chip. Fold it well.
6. Pour the dough into baking tins, spread evenly. Sprinkle it with remaining almond slice. Bake about 35 minutes or until a toothpick inserted in the center of brownies comes out clean.
7. Let it cool completely before turn it on the wire rack. Cut brownies with a sharp knife to have a clean slice.

Minggu, 15 Agustus 2010

Kroket Kentang Isi Sayuran

Aku masih sedikit geregetan dengan event fotografi yang gagal kuikuti. Nggak tau kenapa fotoku yang udah kukirim pada alamat yang ditentukan nggak berhasil ke-upload. Sempet jadi males foto-foto lagi juga. Pas niat mau masuk dapur, nyoba-nyoba resep dan foto-foto lagi, tiba-tiba kena musibah. Kecelakaan sepeda motor yang kualami menyebabkan tulang selangka kananku patah. Jadi praktis sekitar dua bulan aku stop kegiatan yang berat-berat. Sedih banget rasanya. Tapi semua sudah berlalu dan kondisi tanganku pun berangsur membaik.

Sekarang sudah mulai lagi kembali ke aktifitas yang menyenangkan. Mulai ke dapur lagi, coba-coba resep lagi, dan banyak banget yang sudah aku lakukan. Dan ternyata sudah terkumpul banyak sekali pengalaman-pengalaman hebat (buatku) yang ingin kubagi buat semua.

Pertama nih, karena gagal upload foto di event, jadi lebih baik nih kalo aku upload aja di blog. Biar aku bisa shared juga hasil karyaku ke pembaca... (ciee... pembaca...) Dibawah ini nih foto yang udah sempet aku kirim ke event food photography.


Lumayan keren kan

Keterangan gambar:

Nikon D90, lensa fix 35mm, f 1/8, shutter speed 1/500

Berdasar foto ini, aku jadi pengin bikin lagi untuk keluarga di rumah. Tapi aku lupa kalau aku nggak ada stok daging asap. Jadi ya aku isi aja dengan ragout sayuran seperti isian pastel goreng tempo hari. Jadi resepnya nyomot sana-sini.


DNN suka banget jadi dibikinin lagi sekalian dia minta untuk bekal sekolah. Aku senang banget dia mau bawa bekal masakan mamanya, mengingat DNN termasuk ‘picky eater’.

Kroket Kentang Isi Sayuran

Modified by: Anom W. Handoko

Bahan:

250 gr kentang

25 gr susu bubuk

1 btr kuning telur

½ sdt garam

½ sdt merica bubuk

½ sdt margarin

Bahan Isi:

3 sdm margarin, untuk menumis
4 bh bawang putih
10 btr bawang merah
150 gr daging ayam giling
75 gr wortel, potong dadu
75 gr buncis, iris 1/2 cm
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
100 cc susu cair
2 btg daun bawang, iris halus
3 btg seledri, iris halus

Untuk memanir:

2 btr telur dikocok lepas
250 gr tepung panir

Cara membuatnya:
  1. Kupas kentang, kukus hingga matang. Panas-panas haluskan. (bisa dengan potato masher atau diuleg). Setelah halus, masukkan susu bubuk, garam, merica, margarin dan kuning telur, campur hingga rata.
  2. Isi: Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, masukkan daging ayam. Aduk rata. Setelah berubah warna, masukkan wortel, buncis, garam, merica, gula. Tuangi susu, masak hingga matang. Masukkan daun bawang dan seledri. Aduk, angkat.
  3. Ambil satu sendok makan adonan kentang, bulatkan, pipihkan beri isian 1 sendok teh. Bulatkan kembali. Lakukan demikian sampai adonan habis.
  4. Celupkan kroket kedalam telur kocok lalu gulingkan dalam tepung panir. Lakukan dua kali untuk kulit luar kroket yang lebih renyah.
  5. Goreng dalam minyak banyak hingga keemasan. Sajikan hangat bersama cabe rawit atau sambal botol.

Tips:

  • Sebaiknya kroket yang sudah dipanir dimasukkan ke dalam kulkas minimal 20 menit sebelum digoreng.
  • Biarkan sejenak dalam suhu ruang sebelum digoreng agar kroket tidak pecah.

Cornflakes Cookies

Sudah kebayang rasa legitnya kue kering dengan kepingan jagung didalamnya. Sudah lama sekali sejak aku pernah coba kue ini. Dan aku masih ingat rasa manis dan legitnya lumer di mulutku. Hmmm... nggak ada salahnya kan kalo kali ini aku coba.

Kebetulan di dapur ada persediaan cornflake. Biasanya aku selalu stok sereal untuk sarapan anak-anak. Tapi ternyata anak-anak nggak suka cornflake classic. Alasan mereka sih karena rasanya yang nggak manis. Padahal aku memang sengaja tidak memberi gula ke sereal mereka. Jadi daripada nggak kemakan, kubikin aja cookies, jadi ada kemungkinan anak-anak doyan.

Resep cookiesnya aku dapat dari buku karangan Yasa Boga dengan judul “Cookies, kue-kue kering klasik & modern”.
Buat newbie di bidang perkuehan kayak aku ini kadang masih suka salah menerjemahkan kalimat “kocok mentega, gula dan telur hingga lembut”, jadi deh aku kocok dengan speed agak tinggi sampai lembut banget. Makanya pas dipanggang kueku jadi mbeleber nggak karuan. Tapi untung sih rasanya masih OK. Maklum aja, aku belajar segala sesuatu secara otodidak. Guru-guruku adalah buku-buku dan internet… ;-)

Setelah matang dan kuangin-anginkan, jadilah dua toples cornflake cookies. Dan aku pun nggak bisa berhenti menikmatinya….



Cornflakes Cookies
By: Yasa Boga, Cookies, kue-kue kering klasik & modern

Bahan:
200 gr mentega/margarine
165 gr gula kastor
1 btr kuning telur
½ btr putih telur
½ sdt esens lemon/vanilla
¼ sdt garam
100 gr tepung terigu
100 gr sereal cornflake

Cara membuatnya:
- Kocok mentega, gula, telur, esens dan garam hingga lembut. Masukkan tepung terigu, aduk rata, masukkan cornflake, aduk rata.
- Dengan bantuan 2 sendok the, tuang dan tata adonan pada Loyang yang dioleh mentega/margarine,panggang dalam oven yang telah dipanaskan 120° Celcius selama ± 20 menit hingga kuning kecoklatan dan kering.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Cheddar Cheese Stick

Marathon penggunaan pasta machine. Dan resep yang giliran dicoba sekarang adalah Cheese Stick. Cek email di milis NCC ternyata lagi banyak ngomongin chese sticknya NCC. Jadi deh aku catet resepnya dan langsung menuju ke dapur. Untungnya semua bahan ada, jadi nggak perlu lagi keluar belanja.

Ditimbang-ditimbang, diaduk-diaduk, lalu muncullah asisten kecilku yang siap membantu muterin pasta machine... DNN yang perkasa... :) dan dia sepertinya serius sekali memperhatikan apa saja yang kulakukan. Sabar sekali dia nunggu sampai saatnya siap untuk digoreng. Dan bener saja, dia langsung minta satu mangkuk untuk bekal nonton film kartun kesukaannya.


Resep aslinya sih pake keju parmesan. Berhubung yang tersedia di dapur masih sekilo keju cheddar, ya wis deh dimanfaatkan dulu. Berikut aku lampirkan resep aslinya.

Parmesan Cheese Stick
by: Ibu Fatmah Bahalwan

Bahan:

300 gr tepung terigu
200 gr tepung sagu
1 sdt garam
4 btr telur
30 gr mentega
100 gr keju parmesan, parut (Aku pakai keju cheddar, jadi rasanya sedikit kurang mantap asin kejunya)

Cara membuatnya:

  • Dalam wadah campur tepung terigu, tepung sagu dan garam halus, aduk rata. Buat cekungan ditengahnya.
  • Masukkan telur, aduk rata, beri keju parmesan, aduk dan uleni sampai bergumpal, tambahkan mentega, uleni terus hingga kalis.
  • Tipiskan adonan dengan bantuan mesin giling mie, secara bertahap hingga paling tipis. Taburi tepung sagu, teruskan menggiling dengan pisau mie lebar.
  • Panaskan minyak jumlah banyak, goreng chees stick hingga kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan. Kemas dalam wadah rapat.

Minggu, 01 Agustus 2010

Papa's Favorite Snack: Pastel Goreng

Sudah lama sekali aku bermimpi punya sebuah Pasta Machine, sampai akhirnya aku kesampaian juga beli pasta machine baru. Merk sih aku belum terlalu peduli. Kebetulan ada teman yang kakaknya punya toko alat-alat rumah tangga. Kata beliau sih, ini pasta machine yang terbaik yang dia jual.

Akhirnya rencana bikin sendiri kudapan kesukaan papa terlaksana juga. Jadi lebih semangat lagi, ternyata didalam boksnya terdapat gift accessories yang isinya pemotong pasta kalau mau bikin ravioli, cetakan pastel, dan satu alat yang aku pengen banget punya juga, scrapper stainless... :-)hihihihi.... jadi nggak perlu beli deh...



Akhir pekan ini udah yakin banget nggak ada acara apa-apa karena papa pun lagi dinas keluar kota. Aku mau bikin pastel yang uenak banget. (menurut versiku lhoh...) Eh nggak taunya papa telpon mau pulang, yah tambah semangat bikin deh...

Dibantu dua asisten kecilku KTT dan DNN, aku coba juga bikin adonan kulitnya. KTT dan DNN seneng banget ganti-gantian muterin penggilingnya... hihihi jadi nggak capek kan...

Resep yang dipakai pastinya resep andalan dari NCC lah ya. Pernah dulu nyoba bikin tapi masih manual pakai rolling pin kayu gitu... wedew gempor juga rasanya lengan ini. Tapi dengan pasta machine ini, ayo aja mau bikin berapa banyak juga dijabanin... :P
Kendala saat ini adalah aku nggak punya sesuatu untuk mencetak yang berukuran diameter 10cm. Yang ada hanya sebuah stoples plastik kecil berdiameter kurang lebih 8.5cm. Ya sudahlah, dengan alat seadanya malah bisa jadi 35 pieces pastel goreng mini. Ya kalau untuk aku sih cukup 2 gigitan... hehehe mini banget ya...



So far, hasil yang kudapat sudah cukup memuaskan. Lain kali pasti aku akan bikin resep-resep yang pakai pasta machine... cheesestick, ravioli, sunpia.... hahaha sambil mikir resep yang lainnya... Adakah yang mau menyumbang resep?



Pastel Goreng
by: Fatmah Bahalwan, NCC

Bahan Kulit :
250 gr tepung terigu
40 gr margarin
100 cc air hangat kuku
tepung terigu untuk taburan
minyak untuk menggoreng

Isi :
3 sdm margarin, untuk menumis
4 bh bawang putih
10 btr bawang merah
150 gr daging ayam giling
75 gr wortel, potong dadu
75 gr buncis, iris 1/2 cm
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
100 cc susu cair
2 btg daun bawang, iris halus
3 btg seledri, iris halus
2 butir telur rebus, kupas, iris tipis.

Cara Membuat :
1. Isi : Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, masukkan daging ayam. Aduk rata.
2. Setelah berubah warna, masukkan wortel, buncis, garam, merica, gula. Tuangi susu, masak hingga matang. Masukkan daun bawang dan seledri. Aduk, angkat.
3. Campur semua bahan menjadi satu, uleni adonan hingga lembut dan dapat dibentuk.
Gilas adonan hingga setebal ± 1/4 cm di atas meja bertabur tepung terigu. Gara-gara pakai pasta machine aku keasikan giling sampai ketebalannya cuma 2 milimeter... :)
4. Cetak bentuk bundar bergaris tengah 10 cm. (Cetakan darurat cuma 8.5 cm)Isi dengan bahan isian, lalu bentuk biku-biku... halah biku-biku... pokoknya yang dicubit-cubit gitu, aku bisa juga gara-gara belajar bikin panada sama tetangga... :)

Sabtu, 16 Januari 2010

Natal dan segala rencana hiruk pikuknya...


Baru aja, mau istirahat setelah lembur bikin kue-kue ultah DNN, Yang Uti udah mulai ngajuin rencana. Beliau pengin ada kumpul-kumpul keluarga lagi setelah sepuluh tahunan nggak ada kumpul keluarga pas Natal. Karena ibu adalah putri tertua di keluarganya, maka beliau pun bersedia repot-repot merintis lagi acara ngumpul ini.

Diawali dengan asyiknya kumpul keluarga di Facebook, maka tercetuslah ide untuk acara kumpul bareng di rumah Ungaran. Kebetulan saat ini lagi pada hobby foto dan difoto, jadi sekalian direncanakan untuk hunting foto di lokasi eksotis sekitar Ungaran.

Waduh kalau bukan karena sayangku sama Yang Uti (Ibuku), aku nggak mau deh repot-repot bantu ngrencanain acara ini. Karena aku sebetulnya adalah orang paling malas repot sedunia. Mana di rumah juga nggak ada asisten rumah tangga. Aku cuma bayangin aja capeknya beresin semua-muanya sendiri... :(
Tapi tetep lanjut. Berarti tinggal setengah bulan lagi nih acaranya... Mau bikin apa ya? Yang pasti ada Sup Iga di dalam menunya. Why? Karena sudah tiga kali natal berturut-turut aku memang sengaja membuat sup itu sebagai hidangan khas natal di rumahku. Biar aja rasanya belepotan, yang penting ada tradisi.

(Save di draft terlalu lama.... aku sudah hilang mood mau nerusin cerita. Diringkas aja ya....)

Singkat cerita, perayaan Natal keluarga kali ini terbilang sukses, walaupun aku kecapaian setengah mati karena seharian baking sendirian.... 50 pieces cupcake dan 8 loyang brownies... hiks! Pake acara tunggu rumah sambil baking, nggak ikut lunch bareng di Uwos resto... Yang bikin seneng sih, adik-adik sepupu pada ikutan bantu dekorasi cupcakenya. Dan....kueku laris manis diserbu saudara-saudaraku... besok paginya cuma tinggal tersisa setengah loyang brownies... :D

Kita tunggu perayaan Natal keluarga tahun 2010 nanti. Rencana sih di Jogja... So be there...

Kamis, 14 Januari 2010

DNN's 3rd Surprise Birthday @ school

Hari itu, Senin, 7 Desember 2009, anak-anak pada nggak masuk sekolah gara-gara masih capek pulang dari Jogja. Wah kesempatan nih, mulai deh browsing ide. Rencana mau bikinin cupcake untuk temen-temen DNN di sekolah Senin depan. Pokoknya cuma acara tiup lilin aja di sekolah. Bukan pesta beneran (Itu pun dia udah seneeeeng banget...) Nanya-nanya box cupcake, ada info dari mbak Lia, temen milis NCC untuk beli disini. Ya udah deh daripada nggak keburu langsung aja aku pesan. Untungnya nggak butuh waktu lama, hari Selasa OK, aku transfer, besoknya udah nyampe... asik, tinggal nglipatin dus cupcake... Sekarang edible image nih yang belum. Soalnya paling gampang bikin kue ultah yang bagus ya dengan dekorasi edible itu... Konsultasi dulu n akhirnya pesen juga sama Ina LaRizz. Agak mepet sih, tapi untungnya hari Sabtu bisa nyampe. Kebetulan waktu itu DNN lagi seneng banget nonton A Bugs' Life. Jadilah di kuenya ada gambar Flik si semut dan teman-teman se-gank-nya... hahahhaha... Lebih gila lagi, aku baru belanja bahan kue hari Sabtu, 12 Desember 2009....

Minggu tanggal 13 Desember 2009 mulai bikin cake untuk birthday cakenya. Sesiangan mulai jam 9 sampai jam 13. Ternyata bikin kue ulang tahun nggak semudah kukira. Lha mbayangin mudah aja juga enggak kok. Masih belum pede nih bikin cake sendiri. Akhirnya aku putuskan untuk bikin dengan bahan kue jadi yang tinggal tambah telur itu... Aku udah beli jauh-jauh hari. Ternyata rekaos juga. Mixerku hampir nggak kuat mengaduk adonan tepung plus 8 butir telur itu. Padahal mau di layer, jadi masih satu kali lagi kerja kerasnya... duh, tolong jangan ngambek ya... Selesai bikin cake ultahnya, istirahat dulu. Jam empat sore mulai lagi dengan bikin cupcake-nya. Sekitar seratus buah cupcake. Pakai basic recipe deh (andalan banget), biar cepet n nggak ribet. Papa bantuin motongin edible yang bulet kecil-kecil untuk cupcake. Jam sembilan malam kelar cupcakenya. Ngelonin anak-anak dulu deh. Lhoh malah ketiduran!!! Untung kebangun jam 12an malam. Siap-siap nih begadang. Berdasarkan ilmu intip milis dan blogwalking, akhirnya jadi juga kue ultah DNN yang mulai kudekor sejak jam 1 sampai dengan jam 3 pagi...


Sekarang giliran dekor cupcakenya. Mulai oles frosting, tempel edible, terus hias pinggir-pinggirnya. Untung jam 5 pagi Yang Uti udah bangun, jadi bisa bantuin kasih frosting n nempel edible. Aku yang hias pinggir-pinggirnya. Jam setengah tujuh anak-anak bangun. Siapin mereka ke sekolah dulu. Jam setengah delapan, anak-anak berangkat seklah dianter Papa. Aku sama Yang Uti nerusin hias cupcake n masukkin ke dus yang udah aku lipatin sebelumnya. Time consuming juga nih masukkin cupcake ke dus. Harus hati-hati kalo nggak mau cupcakenya "njungkel" dan ngotorin dusnya. Rencana jam sembilan pagi harus udah sampai di sekolah nih kue-kuenya. Akhirnya kelar juga jam 8.30 WIB. Terus difoto-foto deh. Jadi kurang maksimal hasilnya karena buru-buru. Tau-tau udah hampir jam sembilan, waduh belum mandi.... Cepetan Pap... mobil didinginin dulu biar kuenya nggak rusak....
Ini dia goodie bag, cupcake untuk teman-teman. Yah lumayanlah, untuk pemula bikin hundred cupcakes untuk the little one... Menurutku sih cuantik... halah kumat deh narsisnya...

Akhirnya perjuanganku selesai, tinggal bantalku yang empuk menunggu di rumah... DNN so happy with her birthday cake, and so does mommy...

DNN's 3rd Surprise Birthday @ home

Ini janjiku sama DNN. Aku mau bikinin kue ultah sendiri untuk DNN dan KTT kelak. Aku pengin anak-anakku bangga sama mamanya. (Ini termasuk mode Narsis nggak ya?)

Walaupun pas hari H-nya nggak sempet bikinin, tapi aku berusaha ngasih yang terbaik aku bisa buat DNN. Senin pagi pas hari ulang tahunnya, terpaksa dia bolos karena masih capek, barusan pulang dari Jogja. Rencana bikin sesuatu dulu untuk hari ini, biar semua senang. Dan aku bikinin cupcake, nggak sengaja nemu resep dari majalah Sedap entah tahun berapa. Aku share deh resepnya nanti.

Malemnya DNN lagi nonton Cartoon Network sama KTT, tau-tau aku panggil buat tiup lilin... Wah wajahnya itu lho... sumringah banget. Padahal cuma cupcake dihias dikit n dikasih lilin angka 3.... Jadi terharu deh... Coba lihat nih dia lagi nikmatin kuenya....

Semoga DNN jadi anak yang baik, pintar, dan sayang sama semua.... Amen.

Rabu, 13 Januari 2010

Cerita yang tertinggal

Aduh, gini nih kalo nggak disempet-sempetin update blog... Jadi hilang deh ide cerita heboh yang mau di-share dengan teman-teman. Ya mudah-mudahan masih bisa cerita dengan runtut ya...

Akhir November, tepatnya tanggal 29 November 2009, sehari setelah ultah Papa, kami sekeluarga mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuat kami harus merelakan mobil kami nginap di bengkel kurang lebih satu bulan. Praktis banyak acara yang harus ditunda karena harus menyelesaikan semua urusan berkaitan dengan kecelakaan tersebut. Walaupun begitu kami semua bersyukur karena kami semua selamat, tidak ada luka sedikitpun akibat dari kecelakaan tersebut. Terima kasih Tuhan telah melindungi kami.

Dalam keadaan demikian, kami saling menguatkan karena ada banyak hal yang harus kami kerjakan selama bulan Desember. Beruntung ada Bapak dan Ibu yang selalu membantu kami. Diawali dengan pernikahan sepupu kami tanggal 6 Desember 2009 di Jogja, Ibu ingin saya membuatkan buah tangan yang bisa dinikmati seluruh keluarga. Ibu meminta saya membuatkan Brownies panggang andalan. Kue ini mau dibawa ke Jogja tanggal 4 siang. Saya baru bisa belanja bahan-bahan hari Rabu, 2 Desember. Ibu sempat bilang, kalau memang tidak sanggup tidak usah dipaksakan, mengingat kejadian mengerikan yang baru saja kami alami. Tapi saya bilang saya sanggup, dan ini menurut saya adalah salah satu cara agar bisa mengalihkan pikiran dari kejadian tersebut. Hari Kamis siang saya baru mulai bekerja sambil mengurus KTT dan DNN sekaligus. Rencananya saya mau bikin 5 resep, saya jadikan 10 loyang, tapi apa daya, baru emapt resep saya sudah kecapekan. Ya sudahlah, 8 loyang, mudah-mudahan cukup. Akhirnya Ibu senang bisa membawa buah tangan hasil karyaku...

Jumat, 4 Desember 2009, Ibu dan Bapak berangkat lebih dahulu ke Jogja. Saya baru berangkat hari Sabtu siangnya tanggal 5 Desember 2009, karena ada sesuatu yang harus di bereskan terlebih dahulu. Kami (Papa, saya, KTT dan DNN) mampir dulu untuk makan siang di rumah makan Ani di daerah Secang. Nggak sadar, ternyata ada pas Bibit Waluyo duduk di belakang saya... Hehehehe baru kali ini makan dekat pejabat... Sampai di Jogja, ternyata pas sekali dengan acara siraman selesai. Maklum, bawa anak kecil-kecil jadi dimaafkan... :-P Agak-agak kecewa juga sih nggak lihat prosesi siraman, yang biasanya pasti bisa membuat air mata saya menetes... (ih cengeng ya...)
Tapi yang bikin saya hepi sekali, ternyata hasil karya saya mendapat sambutan hangat dari semua yang menikmati brownies bikinan saya... Sayangnya nggak sempet difoto... Lain kali deh saya posting brownies andalan saya ini.


Sibuk sibuk sibuk, sampai hari Minggu deh, baru pulang, sampai rumah jam 11 malam. Aduh capek, nggak sempet mikir buat ulang tahun DNN besok paginya.... (Maaf ya De', tapi mama janji akan bikin sesuatu untuk DNN) Cerita selanjutnya di posting berikutnya ya....