Minggu, 15 Agustus 2010

Cornflakes Cookies

Sudah kebayang rasa legitnya kue kering dengan kepingan jagung didalamnya. Sudah lama sekali sejak aku pernah coba kue ini. Dan aku masih ingat rasa manis dan legitnya lumer di mulutku. Hmmm... nggak ada salahnya kan kalo kali ini aku coba.

Kebetulan di dapur ada persediaan cornflake. Biasanya aku selalu stok sereal untuk sarapan anak-anak. Tapi ternyata anak-anak nggak suka cornflake classic. Alasan mereka sih karena rasanya yang nggak manis. Padahal aku memang sengaja tidak memberi gula ke sereal mereka. Jadi daripada nggak kemakan, kubikin aja cookies, jadi ada kemungkinan anak-anak doyan.

Resep cookiesnya aku dapat dari buku karangan Yasa Boga dengan judul “Cookies, kue-kue kering klasik & modern”.
Buat newbie di bidang perkuehan kayak aku ini kadang masih suka salah menerjemahkan kalimat “kocok mentega, gula dan telur hingga lembut”, jadi deh aku kocok dengan speed agak tinggi sampai lembut banget. Makanya pas dipanggang kueku jadi mbeleber nggak karuan. Tapi untung sih rasanya masih OK. Maklum aja, aku belajar segala sesuatu secara otodidak. Guru-guruku adalah buku-buku dan internet… ;-)

Setelah matang dan kuangin-anginkan, jadilah dua toples cornflake cookies. Dan aku pun nggak bisa berhenti menikmatinya….



Cornflakes Cookies
By: Yasa Boga, Cookies, kue-kue kering klasik & modern

Bahan:
200 gr mentega/margarine
165 gr gula kastor
1 btr kuning telur
½ btr putih telur
½ sdt esens lemon/vanilla
¼ sdt garam
100 gr tepung terigu
100 gr sereal cornflake

Cara membuatnya:
- Kocok mentega, gula, telur, esens dan garam hingga lembut. Masukkan tepung terigu, aduk rata, masukkan cornflake, aduk rata.
- Dengan bantuan 2 sendok the, tuang dan tata adonan pada Loyang yang dioleh mentega/margarine,panggang dalam oven yang telah dipanaskan 120° Celcius selama ± 20 menit hingga kuning kecoklatan dan kering.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Cheddar Cheese Stick

Marathon penggunaan pasta machine. Dan resep yang giliran dicoba sekarang adalah Cheese Stick. Cek email di milis NCC ternyata lagi banyak ngomongin chese sticknya NCC. Jadi deh aku catet resepnya dan langsung menuju ke dapur. Untungnya semua bahan ada, jadi nggak perlu lagi keluar belanja.

Ditimbang-ditimbang, diaduk-diaduk, lalu muncullah asisten kecilku yang siap membantu muterin pasta machine... DNN yang perkasa... :) dan dia sepertinya serius sekali memperhatikan apa saja yang kulakukan. Sabar sekali dia nunggu sampai saatnya siap untuk digoreng. Dan bener saja, dia langsung minta satu mangkuk untuk bekal nonton film kartun kesukaannya.


Resep aslinya sih pake keju parmesan. Berhubung yang tersedia di dapur masih sekilo keju cheddar, ya wis deh dimanfaatkan dulu. Berikut aku lampirkan resep aslinya.

Parmesan Cheese Stick
by: Ibu Fatmah Bahalwan

Bahan:

300 gr tepung terigu
200 gr tepung sagu
1 sdt garam
4 btr telur
30 gr mentega
100 gr keju parmesan, parut (Aku pakai keju cheddar, jadi rasanya sedikit kurang mantap asin kejunya)

Cara membuatnya:

  • Dalam wadah campur tepung terigu, tepung sagu dan garam halus, aduk rata. Buat cekungan ditengahnya.
  • Masukkan telur, aduk rata, beri keju parmesan, aduk dan uleni sampai bergumpal, tambahkan mentega, uleni terus hingga kalis.
  • Tipiskan adonan dengan bantuan mesin giling mie, secara bertahap hingga paling tipis. Taburi tepung sagu, teruskan menggiling dengan pisau mie lebar.
  • Panaskan minyak jumlah banyak, goreng chees stick hingga kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan. Kemas dalam wadah rapat.

Minggu, 01 Agustus 2010

Papa's Favorite Snack: Pastel Goreng

Sudah lama sekali aku bermimpi punya sebuah Pasta Machine, sampai akhirnya aku kesampaian juga beli pasta machine baru. Merk sih aku belum terlalu peduli. Kebetulan ada teman yang kakaknya punya toko alat-alat rumah tangga. Kata beliau sih, ini pasta machine yang terbaik yang dia jual.

Akhirnya rencana bikin sendiri kudapan kesukaan papa terlaksana juga. Jadi lebih semangat lagi, ternyata didalam boksnya terdapat gift accessories yang isinya pemotong pasta kalau mau bikin ravioli, cetakan pastel, dan satu alat yang aku pengen banget punya juga, scrapper stainless... :-)hihihihi.... jadi nggak perlu beli deh...



Akhir pekan ini udah yakin banget nggak ada acara apa-apa karena papa pun lagi dinas keluar kota. Aku mau bikin pastel yang uenak banget. (menurut versiku lhoh...) Eh nggak taunya papa telpon mau pulang, yah tambah semangat bikin deh...

Dibantu dua asisten kecilku KTT dan DNN, aku coba juga bikin adonan kulitnya. KTT dan DNN seneng banget ganti-gantian muterin penggilingnya... hihihi jadi nggak capek kan...

Resep yang dipakai pastinya resep andalan dari NCC lah ya. Pernah dulu nyoba bikin tapi masih manual pakai rolling pin kayu gitu... wedew gempor juga rasanya lengan ini. Tapi dengan pasta machine ini, ayo aja mau bikin berapa banyak juga dijabanin... :P
Kendala saat ini adalah aku nggak punya sesuatu untuk mencetak yang berukuran diameter 10cm. Yang ada hanya sebuah stoples plastik kecil berdiameter kurang lebih 8.5cm. Ya sudahlah, dengan alat seadanya malah bisa jadi 35 pieces pastel goreng mini. Ya kalau untuk aku sih cukup 2 gigitan... hehehe mini banget ya...



So far, hasil yang kudapat sudah cukup memuaskan. Lain kali pasti aku akan bikin resep-resep yang pakai pasta machine... cheesestick, ravioli, sunpia.... hahaha sambil mikir resep yang lainnya... Adakah yang mau menyumbang resep?



Pastel Goreng
by: Fatmah Bahalwan, NCC

Bahan Kulit :
250 gr tepung terigu
40 gr margarin
100 cc air hangat kuku
tepung terigu untuk taburan
minyak untuk menggoreng

Isi :
3 sdm margarin, untuk menumis
4 bh bawang putih
10 btr bawang merah
150 gr daging ayam giling
75 gr wortel, potong dadu
75 gr buncis, iris 1/2 cm
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
100 cc susu cair
2 btg daun bawang, iris halus
3 btg seledri, iris halus
2 butir telur rebus, kupas, iris tipis.

Cara Membuat :
1. Isi : Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, masukkan daging ayam. Aduk rata.
2. Setelah berubah warna, masukkan wortel, buncis, garam, merica, gula. Tuangi susu, masak hingga matang. Masukkan daun bawang dan seledri. Aduk, angkat.
3. Campur semua bahan menjadi satu, uleni adonan hingga lembut dan dapat dibentuk.
Gilas adonan hingga setebal ± 1/4 cm di atas meja bertabur tepung terigu. Gara-gara pakai pasta machine aku keasikan giling sampai ketebalannya cuma 2 milimeter... :)
4. Cetak bentuk bundar bergaris tengah 10 cm. (Cetakan darurat cuma 8.5 cm)Isi dengan bahan isian, lalu bentuk biku-biku... halah biku-biku... pokoknya yang dicubit-cubit gitu, aku bisa juga gara-gara belajar bikin panada sama tetangga... :)

Sabtu, 16 Januari 2010

Natal dan segala rencana hiruk pikuknya...


Baru aja, mau istirahat setelah lembur bikin kue-kue ultah DNN, Yang Uti udah mulai ngajuin rencana. Beliau pengin ada kumpul-kumpul keluarga lagi setelah sepuluh tahunan nggak ada kumpul keluarga pas Natal. Karena ibu adalah putri tertua di keluarganya, maka beliau pun bersedia repot-repot merintis lagi acara ngumpul ini.

Diawali dengan asyiknya kumpul keluarga di Facebook, maka tercetuslah ide untuk acara kumpul bareng di rumah Ungaran. Kebetulan saat ini lagi pada hobby foto dan difoto, jadi sekalian direncanakan untuk hunting foto di lokasi eksotis sekitar Ungaran.

Waduh kalau bukan karena sayangku sama Yang Uti (Ibuku), aku nggak mau deh repot-repot bantu ngrencanain acara ini. Karena aku sebetulnya adalah orang paling malas repot sedunia. Mana di rumah juga nggak ada asisten rumah tangga. Aku cuma bayangin aja capeknya beresin semua-muanya sendiri... :(
Tapi tetep lanjut. Berarti tinggal setengah bulan lagi nih acaranya... Mau bikin apa ya? Yang pasti ada Sup Iga di dalam menunya. Why? Karena sudah tiga kali natal berturut-turut aku memang sengaja membuat sup itu sebagai hidangan khas natal di rumahku. Biar aja rasanya belepotan, yang penting ada tradisi.

(Save di draft terlalu lama.... aku sudah hilang mood mau nerusin cerita. Diringkas aja ya....)

Singkat cerita, perayaan Natal keluarga kali ini terbilang sukses, walaupun aku kecapaian setengah mati karena seharian baking sendirian.... 50 pieces cupcake dan 8 loyang brownies... hiks! Pake acara tunggu rumah sambil baking, nggak ikut lunch bareng di Uwos resto... Yang bikin seneng sih, adik-adik sepupu pada ikutan bantu dekorasi cupcakenya. Dan....kueku laris manis diserbu saudara-saudaraku... besok paginya cuma tinggal tersisa setengah loyang brownies... :D

Kita tunggu perayaan Natal keluarga tahun 2010 nanti. Rencana sih di Jogja... So be there...

Kamis, 14 Januari 2010

DNN's 3rd Surprise Birthday @ school

Hari itu, Senin, 7 Desember 2009, anak-anak pada nggak masuk sekolah gara-gara masih capek pulang dari Jogja. Wah kesempatan nih, mulai deh browsing ide. Rencana mau bikinin cupcake untuk temen-temen DNN di sekolah Senin depan. Pokoknya cuma acara tiup lilin aja di sekolah. Bukan pesta beneran (Itu pun dia udah seneeeeng banget...) Nanya-nanya box cupcake, ada info dari mbak Lia, temen milis NCC untuk beli disini. Ya udah deh daripada nggak keburu langsung aja aku pesan. Untungnya nggak butuh waktu lama, hari Selasa OK, aku transfer, besoknya udah nyampe... asik, tinggal nglipatin dus cupcake... Sekarang edible image nih yang belum. Soalnya paling gampang bikin kue ultah yang bagus ya dengan dekorasi edible itu... Konsultasi dulu n akhirnya pesen juga sama Ina LaRizz. Agak mepet sih, tapi untungnya hari Sabtu bisa nyampe. Kebetulan waktu itu DNN lagi seneng banget nonton A Bugs' Life. Jadilah di kuenya ada gambar Flik si semut dan teman-teman se-gank-nya... hahahhaha... Lebih gila lagi, aku baru belanja bahan kue hari Sabtu, 12 Desember 2009....

Minggu tanggal 13 Desember 2009 mulai bikin cake untuk birthday cakenya. Sesiangan mulai jam 9 sampai jam 13. Ternyata bikin kue ulang tahun nggak semudah kukira. Lha mbayangin mudah aja juga enggak kok. Masih belum pede nih bikin cake sendiri. Akhirnya aku putuskan untuk bikin dengan bahan kue jadi yang tinggal tambah telur itu... Aku udah beli jauh-jauh hari. Ternyata rekaos juga. Mixerku hampir nggak kuat mengaduk adonan tepung plus 8 butir telur itu. Padahal mau di layer, jadi masih satu kali lagi kerja kerasnya... duh, tolong jangan ngambek ya... Selesai bikin cake ultahnya, istirahat dulu. Jam empat sore mulai lagi dengan bikin cupcake-nya. Sekitar seratus buah cupcake. Pakai basic recipe deh (andalan banget), biar cepet n nggak ribet. Papa bantuin motongin edible yang bulet kecil-kecil untuk cupcake. Jam sembilan malam kelar cupcakenya. Ngelonin anak-anak dulu deh. Lhoh malah ketiduran!!! Untung kebangun jam 12an malam. Siap-siap nih begadang. Berdasarkan ilmu intip milis dan blogwalking, akhirnya jadi juga kue ultah DNN yang mulai kudekor sejak jam 1 sampai dengan jam 3 pagi...


Sekarang giliran dekor cupcakenya. Mulai oles frosting, tempel edible, terus hias pinggir-pinggirnya. Untung jam 5 pagi Yang Uti udah bangun, jadi bisa bantuin kasih frosting n nempel edible. Aku yang hias pinggir-pinggirnya. Jam setengah tujuh anak-anak bangun. Siapin mereka ke sekolah dulu. Jam setengah delapan, anak-anak berangkat seklah dianter Papa. Aku sama Yang Uti nerusin hias cupcake n masukkin ke dus yang udah aku lipatin sebelumnya. Time consuming juga nih masukkin cupcake ke dus. Harus hati-hati kalo nggak mau cupcakenya "njungkel" dan ngotorin dusnya. Rencana jam sembilan pagi harus udah sampai di sekolah nih kue-kuenya. Akhirnya kelar juga jam 8.30 WIB. Terus difoto-foto deh. Jadi kurang maksimal hasilnya karena buru-buru. Tau-tau udah hampir jam sembilan, waduh belum mandi.... Cepetan Pap... mobil didinginin dulu biar kuenya nggak rusak....
Ini dia goodie bag, cupcake untuk teman-teman. Yah lumayanlah, untuk pemula bikin hundred cupcakes untuk the little one... Menurutku sih cuantik... halah kumat deh narsisnya...

Akhirnya perjuanganku selesai, tinggal bantalku yang empuk menunggu di rumah... DNN so happy with her birthday cake, and so does mommy...

DNN's 3rd Surprise Birthday @ home

Ini janjiku sama DNN. Aku mau bikinin kue ultah sendiri untuk DNN dan KTT kelak. Aku pengin anak-anakku bangga sama mamanya. (Ini termasuk mode Narsis nggak ya?)

Walaupun pas hari H-nya nggak sempet bikinin, tapi aku berusaha ngasih yang terbaik aku bisa buat DNN. Senin pagi pas hari ulang tahunnya, terpaksa dia bolos karena masih capek, barusan pulang dari Jogja. Rencana bikin sesuatu dulu untuk hari ini, biar semua senang. Dan aku bikinin cupcake, nggak sengaja nemu resep dari majalah Sedap entah tahun berapa. Aku share deh resepnya nanti.

Malemnya DNN lagi nonton Cartoon Network sama KTT, tau-tau aku panggil buat tiup lilin... Wah wajahnya itu lho... sumringah banget. Padahal cuma cupcake dihias dikit n dikasih lilin angka 3.... Jadi terharu deh... Coba lihat nih dia lagi nikmatin kuenya....

Semoga DNN jadi anak yang baik, pintar, dan sayang sama semua.... Amen.

Rabu, 13 Januari 2010

Cerita yang tertinggal

Aduh, gini nih kalo nggak disempet-sempetin update blog... Jadi hilang deh ide cerita heboh yang mau di-share dengan teman-teman. Ya mudah-mudahan masih bisa cerita dengan runtut ya...

Akhir November, tepatnya tanggal 29 November 2009, sehari setelah ultah Papa, kami sekeluarga mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuat kami harus merelakan mobil kami nginap di bengkel kurang lebih satu bulan. Praktis banyak acara yang harus ditunda karena harus menyelesaikan semua urusan berkaitan dengan kecelakaan tersebut. Walaupun begitu kami semua bersyukur karena kami semua selamat, tidak ada luka sedikitpun akibat dari kecelakaan tersebut. Terima kasih Tuhan telah melindungi kami.

Dalam keadaan demikian, kami saling menguatkan karena ada banyak hal yang harus kami kerjakan selama bulan Desember. Beruntung ada Bapak dan Ibu yang selalu membantu kami. Diawali dengan pernikahan sepupu kami tanggal 6 Desember 2009 di Jogja, Ibu ingin saya membuatkan buah tangan yang bisa dinikmati seluruh keluarga. Ibu meminta saya membuatkan Brownies panggang andalan. Kue ini mau dibawa ke Jogja tanggal 4 siang. Saya baru bisa belanja bahan-bahan hari Rabu, 2 Desember. Ibu sempat bilang, kalau memang tidak sanggup tidak usah dipaksakan, mengingat kejadian mengerikan yang baru saja kami alami. Tapi saya bilang saya sanggup, dan ini menurut saya adalah salah satu cara agar bisa mengalihkan pikiran dari kejadian tersebut. Hari Kamis siang saya baru mulai bekerja sambil mengurus KTT dan DNN sekaligus. Rencananya saya mau bikin 5 resep, saya jadikan 10 loyang, tapi apa daya, baru emapt resep saya sudah kecapekan. Ya sudahlah, 8 loyang, mudah-mudahan cukup. Akhirnya Ibu senang bisa membawa buah tangan hasil karyaku...

Jumat, 4 Desember 2009, Ibu dan Bapak berangkat lebih dahulu ke Jogja. Saya baru berangkat hari Sabtu siangnya tanggal 5 Desember 2009, karena ada sesuatu yang harus di bereskan terlebih dahulu. Kami (Papa, saya, KTT dan DNN) mampir dulu untuk makan siang di rumah makan Ani di daerah Secang. Nggak sadar, ternyata ada pas Bibit Waluyo duduk di belakang saya... Hehehehe baru kali ini makan dekat pejabat... Sampai di Jogja, ternyata pas sekali dengan acara siraman selesai. Maklum, bawa anak kecil-kecil jadi dimaafkan... :-P Agak-agak kecewa juga sih nggak lihat prosesi siraman, yang biasanya pasti bisa membuat air mata saya menetes... (ih cengeng ya...)
Tapi yang bikin saya hepi sekali, ternyata hasil karya saya mendapat sambutan hangat dari semua yang menikmati brownies bikinan saya... Sayangnya nggak sempet difoto... Lain kali deh saya posting brownies andalan saya ini.


Sibuk sibuk sibuk, sampai hari Minggu deh, baru pulang, sampai rumah jam 11 malam. Aduh capek, nggak sempet mikir buat ulang tahun DNN besok paginya.... (Maaf ya De', tapi mama janji akan bikin sesuatu untuk DNN) Cerita selanjutnya di posting berikutnya ya....