Tampilkan postingan dengan label DAPUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAPUR. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Agustus 2010

Kroket Kentang Isi Sayuran

Aku masih sedikit geregetan dengan event fotografi yang gagal kuikuti. Nggak tau kenapa fotoku yang udah kukirim pada alamat yang ditentukan nggak berhasil ke-upload. Sempet jadi males foto-foto lagi juga. Pas niat mau masuk dapur, nyoba-nyoba resep dan foto-foto lagi, tiba-tiba kena musibah. Kecelakaan sepeda motor yang kualami menyebabkan tulang selangka kananku patah. Jadi praktis sekitar dua bulan aku stop kegiatan yang berat-berat. Sedih banget rasanya. Tapi semua sudah berlalu dan kondisi tanganku pun berangsur membaik.

Sekarang sudah mulai lagi kembali ke aktifitas yang menyenangkan. Mulai ke dapur lagi, coba-coba resep lagi, dan banyak banget yang sudah aku lakukan. Dan ternyata sudah terkumpul banyak sekali pengalaman-pengalaman hebat (buatku) yang ingin kubagi buat semua.

Pertama nih, karena gagal upload foto di event, jadi lebih baik nih kalo aku upload aja di blog. Biar aku bisa shared juga hasil karyaku ke pembaca... (ciee... pembaca...) Dibawah ini nih foto yang udah sempet aku kirim ke event food photography.


Lumayan keren kan

Keterangan gambar:

Nikon D90, lensa fix 35mm, f 1/8, shutter speed 1/500

Berdasar foto ini, aku jadi pengin bikin lagi untuk keluarga di rumah. Tapi aku lupa kalau aku nggak ada stok daging asap. Jadi ya aku isi aja dengan ragout sayuran seperti isian pastel goreng tempo hari. Jadi resepnya nyomot sana-sini.


DNN suka banget jadi dibikinin lagi sekalian dia minta untuk bekal sekolah. Aku senang banget dia mau bawa bekal masakan mamanya, mengingat DNN termasuk ‘picky eater’.

Kroket Kentang Isi Sayuran

Modified by: Anom W. Handoko

Bahan:

250 gr kentang

25 gr susu bubuk

1 btr kuning telur

½ sdt garam

½ sdt merica bubuk

½ sdt margarin

Bahan Isi:

3 sdm margarin, untuk menumis
4 bh bawang putih
10 btr bawang merah
150 gr daging ayam giling
75 gr wortel, potong dadu
75 gr buncis, iris 1/2 cm
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
100 cc susu cair
2 btg daun bawang, iris halus
3 btg seledri, iris halus

Untuk memanir:

2 btr telur dikocok lepas
250 gr tepung panir

Cara membuatnya:
  1. Kupas kentang, kukus hingga matang. Panas-panas haluskan. (bisa dengan potato masher atau diuleg). Setelah halus, masukkan susu bubuk, garam, merica, margarin dan kuning telur, campur hingga rata.
  2. Isi: Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, masukkan daging ayam. Aduk rata. Setelah berubah warna, masukkan wortel, buncis, garam, merica, gula. Tuangi susu, masak hingga matang. Masukkan daun bawang dan seledri. Aduk, angkat.
  3. Ambil satu sendok makan adonan kentang, bulatkan, pipihkan beri isian 1 sendok teh. Bulatkan kembali. Lakukan demikian sampai adonan habis.
  4. Celupkan kroket kedalam telur kocok lalu gulingkan dalam tepung panir. Lakukan dua kali untuk kulit luar kroket yang lebih renyah.
  5. Goreng dalam minyak banyak hingga keemasan. Sajikan hangat bersama cabe rawit atau sambal botol.

Tips:

  • Sebaiknya kroket yang sudah dipanir dimasukkan ke dalam kulkas minimal 20 menit sebelum digoreng.
  • Biarkan sejenak dalam suhu ruang sebelum digoreng agar kroket tidak pecah.

Cornflakes Cookies

Sudah kebayang rasa legitnya kue kering dengan kepingan jagung didalamnya. Sudah lama sekali sejak aku pernah coba kue ini. Dan aku masih ingat rasa manis dan legitnya lumer di mulutku. Hmmm... nggak ada salahnya kan kalo kali ini aku coba.

Kebetulan di dapur ada persediaan cornflake. Biasanya aku selalu stok sereal untuk sarapan anak-anak. Tapi ternyata anak-anak nggak suka cornflake classic. Alasan mereka sih karena rasanya yang nggak manis. Padahal aku memang sengaja tidak memberi gula ke sereal mereka. Jadi daripada nggak kemakan, kubikin aja cookies, jadi ada kemungkinan anak-anak doyan.

Resep cookiesnya aku dapat dari buku karangan Yasa Boga dengan judul “Cookies, kue-kue kering klasik & modern”.
Buat newbie di bidang perkuehan kayak aku ini kadang masih suka salah menerjemahkan kalimat “kocok mentega, gula dan telur hingga lembut”, jadi deh aku kocok dengan speed agak tinggi sampai lembut banget. Makanya pas dipanggang kueku jadi mbeleber nggak karuan. Tapi untung sih rasanya masih OK. Maklum aja, aku belajar segala sesuatu secara otodidak. Guru-guruku adalah buku-buku dan internet… ;-)

Setelah matang dan kuangin-anginkan, jadilah dua toples cornflake cookies. Dan aku pun nggak bisa berhenti menikmatinya….



Cornflakes Cookies
By: Yasa Boga, Cookies, kue-kue kering klasik & modern

Bahan:
200 gr mentega/margarine
165 gr gula kastor
1 btr kuning telur
½ btr putih telur
½ sdt esens lemon/vanilla
¼ sdt garam
100 gr tepung terigu
100 gr sereal cornflake

Cara membuatnya:
- Kocok mentega, gula, telur, esens dan garam hingga lembut. Masukkan tepung terigu, aduk rata, masukkan cornflake, aduk rata.
- Dengan bantuan 2 sendok the, tuang dan tata adonan pada Loyang yang dioleh mentega/margarine,panggang dalam oven yang telah dipanaskan 120° Celcius selama ± 20 menit hingga kuning kecoklatan dan kering.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Cheddar Cheese Stick

Marathon penggunaan pasta machine. Dan resep yang giliran dicoba sekarang adalah Cheese Stick. Cek email di milis NCC ternyata lagi banyak ngomongin chese sticknya NCC. Jadi deh aku catet resepnya dan langsung menuju ke dapur. Untungnya semua bahan ada, jadi nggak perlu lagi keluar belanja.

Ditimbang-ditimbang, diaduk-diaduk, lalu muncullah asisten kecilku yang siap membantu muterin pasta machine... DNN yang perkasa... :) dan dia sepertinya serius sekali memperhatikan apa saja yang kulakukan. Sabar sekali dia nunggu sampai saatnya siap untuk digoreng. Dan bener saja, dia langsung minta satu mangkuk untuk bekal nonton film kartun kesukaannya.


Resep aslinya sih pake keju parmesan. Berhubung yang tersedia di dapur masih sekilo keju cheddar, ya wis deh dimanfaatkan dulu. Berikut aku lampirkan resep aslinya.

Parmesan Cheese Stick
by: Ibu Fatmah Bahalwan

Bahan:

300 gr tepung terigu
200 gr tepung sagu
1 sdt garam
4 btr telur
30 gr mentega
100 gr keju parmesan, parut (Aku pakai keju cheddar, jadi rasanya sedikit kurang mantap asin kejunya)

Cara membuatnya:

  • Dalam wadah campur tepung terigu, tepung sagu dan garam halus, aduk rata. Buat cekungan ditengahnya.
  • Masukkan telur, aduk rata, beri keju parmesan, aduk dan uleni sampai bergumpal, tambahkan mentega, uleni terus hingga kalis.
  • Tipiskan adonan dengan bantuan mesin giling mie, secara bertahap hingga paling tipis. Taburi tepung sagu, teruskan menggiling dengan pisau mie lebar.
  • Panaskan minyak jumlah banyak, goreng chees stick hingga kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan. Kemas dalam wadah rapat.

Minggu, 01 Agustus 2010

Papa's Favorite Snack: Pastel Goreng

Sudah lama sekali aku bermimpi punya sebuah Pasta Machine, sampai akhirnya aku kesampaian juga beli pasta machine baru. Merk sih aku belum terlalu peduli. Kebetulan ada teman yang kakaknya punya toko alat-alat rumah tangga. Kata beliau sih, ini pasta machine yang terbaik yang dia jual.

Akhirnya rencana bikin sendiri kudapan kesukaan papa terlaksana juga. Jadi lebih semangat lagi, ternyata didalam boksnya terdapat gift accessories yang isinya pemotong pasta kalau mau bikin ravioli, cetakan pastel, dan satu alat yang aku pengen banget punya juga, scrapper stainless... :-)hihihihi.... jadi nggak perlu beli deh...



Akhir pekan ini udah yakin banget nggak ada acara apa-apa karena papa pun lagi dinas keluar kota. Aku mau bikin pastel yang uenak banget. (menurut versiku lhoh...) Eh nggak taunya papa telpon mau pulang, yah tambah semangat bikin deh...

Dibantu dua asisten kecilku KTT dan DNN, aku coba juga bikin adonan kulitnya. KTT dan DNN seneng banget ganti-gantian muterin penggilingnya... hihihi jadi nggak capek kan...

Resep yang dipakai pastinya resep andalan dari NCC lah ya. Pernah dulu nyoba bikin tapi masih manual pakai rolling pin kayu gitu... wedew gempor juga rasanya lengan ini. Tapi dengan pasta machine ini, ayo aja mau bikin berapa banyak juga dijabanin... :P
Kendala saat ini adalah aku nggak punya sesuatu untuk mencetak yang berukuran diameter 10cm. Yang ada hanya sebuah stoples plastik kecil berdiameter kurang lebih 8.5cm. Ya sudahlah, dengan alat seadanya malah bisa jadi 35 pieces pastel goreng mini. Ya kalau untuk aku sih cukup 2 gigitan... hehehe mini banget ya...



So far, hasil yang kudapat sudah cukup memuaskan. Lain kali pasti aku akan bikin resep-resep yang pakai pasta machine... cheesestick, ravioli, sunpia.... hahaha sambil mikir resep yang lainnya... Adakah yang mau menyumbang resep?



Pastel Goreng
by: Fatmah Bahalwan, NCC

Bahan Kulit :
250 gr tepung terigu
40 gr margarin
100 cc air hangat kuku
tepung terigu untuk taburan
minyak untuk menggoreng

Isi :
3 sdm margarin, untuk menumis
4 bh bawang putih
10 btr bawang merah
150 gr daging ayam giling
75 gr wortel, potong dadu
75 gr buncis, iris 1/2 cm
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
100 cc susu cair
2 btg daun bawang, iris halus
3 btg seledri, iris halus
2 butir telur rebus, kupas, iris tipis.

Cara Membuat :
1. Isi : Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, masukkan daging ayam. Aduk rata.
2. Setelah berubah warna, masukkan wortel, buncis, garam, merica, gula. Tuangi susu, masak hingga matang. Masukkan daun bawang dan seledri. Aduk, angkat.
3. Campur semua bahan menjadi satu, uleni adonan hingga lembut dan dapat dibentuk.
Gilas adonan hingga setebal ± 1/4 cm di atas meja bertabur tepung terigu. Gara-gara pakai pasta machine aku keasikan giling sampai ketebalannya cuma 2 milimeter... :)
4. Cetak bentuk bundar bergaris tengah 10 cm. (Cetakan darurat cuma 8.5 cm)Isi dengan bahan isian, lalu bentuk biku-biku... halah biku-biku... pokoknya yang dicubit-cubit gitu, aku bisa juga gara-gara belajar bikin panada sama tetangga... :)

Sabtu, 16 Januari 2010

Natal dan segala rencana hiruk pikuknya...


Baru aja, mau istirahat setelah lembur bikin kue-kue ultah DNN, Yang Uti udah mulai ngajuin rencana. Beliau pengin ada kumpul-kumpul keluarga lagi setelah sepuluh tahunan nggak ada kumpul keluarga pas Natal. Karena ibu adalah putri tertua di keluarganya, maka beliau pun bersedia repot-repot merintis lagi acara ngumpul ini.

Diawali dengan asyiknya kumpul keluarga di Facebook, maka tercetuslah ide untuk acara kumpul bareng di rumah Ungaran. Kebetulan saat ini lagi pada hobby foto dan difoto, jadi sekalian direncanakan untuk hunting foto di lokasi eksotis sekitar Ungaran.

Waduh kalau bukan karena sayangku sama Yang Uti (Ibuku), aku nggak mau deh repot-repot bantu ngrencanain acara ini. Karena aku sebetulnya adalah orang paling malas repot sedunia. Mana di rumah juga nggak ada asisten rumah tangga. Aku cuma bayangin aja capeknya beresin semua-muanya sendiri... :(
Tapi tetep lanjut. Berarti tinggal setengah bulan lagi nih acaranya... Mau bikin apa ya? Yang pasti ada Sup Iga di dalam menunya. Why? Karena sudah tiga kali natal berturut-turut aku memang sengaja membuat sup itu sebagai hidangan khas natal di rumahku. Biar aja rasanya belepotan, yang penting ada tradisi.

(Save di draft terlalu lama.... aku sudah hilang mood mau nerusin cerita. Diringkas aja ya....)

Singkat cerita, perayaan Natal keluarga kali ini terbilang sukses, walaupun aku kecapaian setengah mati karena seharian baking sendirian.... 50 pieces cupcake dan 8 loyang brownies... hiks! Pake acara tunggu rumah sambil baking, nggak ikut lunch bareng di Uwos resto... Yang bikin seneng sih, adik-adik sepupu pada ikutan bantu dekorasi cupcakenya. Dan....kueku laris manis diserbu saudara-saudaraku... besok paginya cuma tinggal tersisa setengah loyang brownies... :D

Kita tunggu perayaan Natal keluarga tahun 2010 nanti. Rencana sih di Jogja... So be there...

Selasa, 24 November 2009

NCC Soes Week: Soes Meringis

Sebetulnya malu mau upload, ngelihat hasil karya kakak-kakak kelas yang fantastis. Rencana bikin lagi yang lebih bagus, eh... belum sempat difoto udah ludes duluan sama orang rumah... ya udah deh apa adanya aku upload. Mudah-mudahan juga nggak telat.

Dibilang "Soes Meringis" karena penampakannya memang seperti wajah sedang meringis... Tapi sudah semangat bikin di awal, sayang juga kalo tidak dilaporkan. Biar masih ABG pede aja deh (atau nekat) ikutan NCC Soes Week ini. Gimana nggak nekat, kalau ini adalah soes pertama yang aku bikin, dan berhasil... (nggak nyangka deh, ini gara-gara resepnya yang OK)




Resep yang aku pakai dari NCC, mulai dari kulit sampai vla-nya...

Kue Sus

Kulit:
225 ml air
100 gr margarine
1 sdm gula pasir
125 gr tepung terigu Cakra
4 btr telur

Cara membuat I
- Rebus air, margarine, dan gula hingga mendidih.
- Masukkan tepung terigu lalu aduk hingga kalis, angkat, dinginkan.
- Setelah dingin, masukkan telur satu persatu sambil dikocok dengan mixer (aku aduk dengan sendok kayu karena listrik padam) hingga kental dan rata. Adonan siap disemprotkan.

Vla:
700 cc Susu cair
150 gr gula pasir
50 gr tepung maizena
¼ sdt garam
2 btr kuning telur
1 sdm mentega
rhum secukupnya bila suka

Cara membuat :
- Cairkan maizena dengan sebagian susu, sisihkan
- Kocok lepas kuning telur, cairkan dengan sedikit susu, satukan dengan cairan maizena, sisihkan.
- Rebus susu dan gula hingga mendidih, tuang campuran maizena, didihkan sekali lagi hingga meletup-letup. Angkat

Kamis, 12 November 2009

Mimpi: Ikutan Soes weeknya NCC

Secara aku kan masih baruuuu banget. Masih ABG gitu istilahnya.... Jadi ya coba-coba dulu bikin. Ceritanya memang udah rencana hari ini mau bikin kue sus. Udah catat-catat daftar belanja sama matchingin dengan stok bahan yang ada. Ternyata baru ada bahan untuk kulitnya saja. Ya udah deh dibikin dulu aja kulitnya, daripada ntar nggak jadi lagi. Toh fillingnya juga harus tunggu kulitnya dingin dulu.

Pakai resep NCC saja, yang sudah teruji. Mulai timbang-timbang bahan. Jerang air, margarin dan gulanya. Udah mendidih, masukkan tepungnya sekaligus hup!! dan aduk cepat sampai kalis. Eh ternyata rada keluar tenaga juga ya buat ngaduknya... Pas udah kalis, adonan didinginkan. Sambil nunggu dingin
aku siapin telurnya. Tiba-tiba... Pett!!! Listrik padam.... waduh gimana mixernya nih? Untung aja inget pernah browsing di delicious magazine, bahwa nyampur telur nggak selalu pakai mixer. Aduk aja lagi dengan sendok kayunya... Oke deh aku coba. Huff huff berat juga ngaduknya...harus rata pula...
Ya nggak apa-apa deh. Yang penting jadi. Mau foto-foto adonannya juga nggak sempet, gara-gara denger DNN teriak-teriak sedih gara-gara film yang baru dia tonton tiba-tiba padam.... Sabar ya dek....

Adonan yang udah tercampur rata, aku masukkin ke piping bag, pasang spuit dan siap deh nyemprotin ke loyang. Aku nggak tau adonanku terlalu kental atau kelembekan. Pokoknya jalan dulu deh... Loyang udah penuh, aku masukkan ke otang yang udah dipanasin dulu, sambil nginget-inget bahwa panggang sus harus panas, dan tunggu sampai agak coklat dan busanya hilang. Wah tapi kok kayaknya lama banget ya? Sampai bener-bener busa hilang, ada kali kalo 1 jam aku manggang. Akhirnya mateng juga deh kulit susnya. Kayak gini nih penampakan kulit sus-ku





Langsung aku upload nih ke blog. Untuk isinya tunggu dulu ya... aku mau ke pasar sama KTT...

Selasa, 03 November 2009

Cupcake kedua-ku cuantik lhooo....

Masih penasaran dengan cupcake dasar. Akhirnya kuulang lagi bikin malam ini. Sebetulnya pengin ditemenin KTT, tapi dianya udah ngantuk. Akhirnya setelah Papa, KTT, DNN tidur semua, mulai deh sibuk di dapur. Nimbang-nimbang bahannya sih udah dari tadi sore. Semangat banget setelah tadi siang sempet ke pasar dan dapet cetakan cupcake. Soalnya takut adonannya nyisa kayak tempo hari dan gak bisa sekaligus manggang. Tar mbleber lagi deh... :P

Resep masih sama dengan sebelumnya, belum dimodifikasi apa-apa. Hanya tambahan choco chip request KTT. Dan ta daaaaa.... jadi deh 16 buah cupcake yang cantik... (padahal kayaknya masih kepenuhan juga deh.... hehehehe) Nggak apa-apa deh. Yang penting dah lebih rapi sekarang.

Ini dia tampilan Vanilla Cupcake-ku malam ini....


Minggu, 01 November 2009

Cupcake pertama.... hihihi....MBLUDAKKKK

Siang tadi cuaca panaaaassss banget. Meskipun semalam hujan disertai angin turun cukup deras, tapi tak cukup meredam panas cuaca panas saat ini. Tanah pekarangan pun mengering lagi.

Bosan? Tentu saja... Mau keluar rumah juga malas saking panasnya. Enaknya ngapain ya?

Rencananya, mau jalan sebentar sama KTT (my eldest daughter) ke pasar. Tapi rasanya masih males banget keluar kamar. Wah, udah kadung (terlanjur) bilang sama KTT mau ke pasar. Akibatnya dia mulai deh nanya-nanya terus. Ayo ma, jadi nggak ke pasarnya?

Wah daripada ribet urusannya, aku ajak aja KTT ke dapur, bikin Cupcake. Hasil browsing juga dari milis NCC dan blognya mbak Rina Rinso (salam kenal ya mbak...). Lhoh?!?! ternyata di belakang KTT, papa ikutan ke dapur, mereka berdua bantuin pasang cup kertas ke cetakan bolu kukus. Ini gara-gara loyang muffin isi 12-ku nggak muat di oven pinjeman...hehehehe....belum cukup duitnya buat beli oven sendiri.

Mulai timbang-timbang bahan nih sesuai resep:

Cupcake Dasar
by Rina Rinso

150 gr margarine
150 gr gula kastor (aku pakai gula pasir, nggak diblender pula...)
175 gr tepung terigu Segitiga
3 btr telur
1 sdt Baking Powder
1 sdt vanili

Cara membuat:
- Panaskan oven, siapkan loyang muffin isi 12 diberi cup kertas (oven gak muat, aku pakai cetakan bolu kukus diberi cup kertas dan ditaruh di loyang kue kering)
- Masukkan semua bahan dalam kom, mixer bersama kurang lebih 5 menit.
- Sendokkan adonan ke dalam cup kertas, jangan sampai penuh kurang lebih 2/3-nya.
- Panggang dalam oven 180 derajat Celcius selama 18-25 menit.

Pada saat ngocok adonan sih kayaknya feelingku bilang bakal berhasil. Adonan kelihatan kental dan bagus sekali. Aku tambah 2 sendok makan choco chip atas permintaan KTT. Aduk balik adonan dengan spatula. Habis itu aku sendokin adonan ke cup kertas yang udah disiapin KTT sama Papa. Maksud hati ngikutin resep yang bilang pas untuk 12 buah cupcake, lho kok adonannya masih sisa dikit. Jadi deh aku tambahin dikit-dikit ke setiap cup. Saatnya memanggang.... :)

Lima menit pertama, terlihat dari kaca oven cupcake-ku baik-baik aja. Sepuluh menit kemudian mulai ngembang dikit, wuiih cantiknya.... udah ngebayangin dekorasi cupcake seperti kepunyaan member NCC yang super duper canggih. Tapi...lhoh!!??!! lima menit kemudian kok masih ngembang terus, wah sempet panik nih saat Papa ngingetin, tuh mam, kuemu meledak.... alamak... what happen nih??? Bener juga kata Papa, cupcake-ku MBLUDAAAKKKKK..... aaaahhh tidaaaakkk.... mana belum ada tanda-tanda mateng di tengahnya... hiks hiks hiks... akhirnya aku tunggu lagi lebih lima menit dari waktu yang disarankan di resep. Akhirnya mateng juga.

Setelah aku keluarin dari oven dan dingin, aku coba belah satu cupcake. Asyiiikkk.... yang bikin aku seneng, biarpun mbludak bin mbleber cupcake-ku enggak bantet.... Masuk deh ke kategori sukses... Hiyaaaa ini mah bisa-bisaannya aku aja... Kayak gini nih tampangnya cupcake mbleber...


Ini tampangnya setelah dibelah... Lumayan cantik kan???


Tambah seneng lagi pas pada nyicipin, KTT bilang enak, bapakku bilang enak, ibuku juga bilang enak... tinggal Papa dan DNN yang belum nyicipin...lagi asyik main PS sih...

Hobi Lama, Barusan Menggila

Nggak disangka, ternyata aku bisa juga ya bikin kue. Cobain bikin cake pertama kali (sepanjang sejarah masak-memasakku, nggak mau bikin cake karena takut bantet) pakai resep yang paling sederhana dan ekonomis, menurutku, supaya kalau bantet nyeselnya nggak kelamaan. Wah nggak taunya, langsung sukses!!! Biarpun masih ada kurang-kurang dikit, asal nggak bantet, menurutku itu sudah sukses. Hihihi... jadi ketagihan baking deh sekarang. Nggak percuma sering browsing, kumpulin resep-resep cake plus tips n triknya.

Selama hampir satu tahun ini aku gabung (meskipun pasif) dengan milis kuliner NCC. Dan aku nggak salah pilih, karena selain terbesar di Indonesia, milis ini menunjukkan banyak hal yang sebetulnya nggak perlu aku takuti untuk memulai sesuatu. Terima kasih ya NCC, kapan-kapan aku posting sesuatu deh di milis...

Dari web NCC, aku nemu banyak resep yang akhirnya udah beberapa yang aku coba. Dan sukses semua... waduuuuhhhh tambah sueneng deh. Biarpun kantong jebol buat beli bahan-bahan, yang penting puas dan nggak penasaran lagi. Soalnya selama ini cuma "bisa nggak ya, bisa nggak ya" melulu....

Pertama kali aku coba bikin buttercake dengan dua telur. Sukses, anakku bilang enak. Padahal bikinnya juga masih pake oven pinjeman. Dan pinjemnya nggak tanggung-tanggung, udah dari dua tahun yang lalu.... halah.... (Untung yang punya nggak hobi bikin-bikin kue...)
Kedua, setelah lebaran kemarin, si sulung (Kakak Tita/KTT) minta dibikinin nastar, karena dia suka banget kuker yang satu itu. Lagi-lagi pakai resep andalan dari NCC. Sukses lagi bo'.....
Aduuuhhh bakalan belanja bahan lebih banyak lagi nih. Untung hubby-ku baik banget, nggak pernah nanya kok uang belanja udah habis sebelum waktunya heheheehe...
Habis bikin Nastar, masih ada sisa putih telur. Dari hasil browsing NCC, ketemu tuh Lidah Kucing Keju. Aku bikin juga. Pertamanya sempet ragu lihat adonannya kok padat banget. Tapi gak apa deh. Dalam hati aku bilang, asal ikutin step-by-step kayaknya nggak bakal gagal deh. Dan ternyata hasilnya...... uenak tenan. Aku habisin sendiri satu stoples. hahahaha....
Dua hari kemudian aku berencana bikin brownies. Sudah browsing, aku penasaran dengan yang namanya Pennylane Brownies. Kok kayaknya terkenal banget. Akhirnya aku siapin bahan-bahan untuk bikin brownies ini. Pas dah siap mau bikin, nggak taunya aku harus tunda dulu karena ada urusan keluarga. Besoknya baru bisa bikin, itupun malem setelah KTT dan De' Nuna/DNN bobok. Paginya mereka harus masuk sekolah setelah libur lebaran.
Yang namanya brownies, aku dulu lumayan sering bikin juga, tapi rada males karena harus ngetim-ngetim coklat segala. Tapi resep Pennylane Brownies ini nggak pakai DCC, jadi aku seneng-seneng aja nyoba. Hasilnya bisa ditebak deh pasti... sukses berat. Dan animo keluarga tercinta sangat menggembirakan. Apalagi teman-temanku sesama ibu-ibu di sekolah anakku keesokan harinya....

Aduuuuhhhh indahnya dunia...... dalam waktu satu minggu setelah punya niat, aku udah coba empat resep NCC: Buttercake 2 telur, Ananas Tart, Lidah Kucing Keju, dan Pennylane Brownies.... betapa kalapnya diriku... (sambil berpikir untuk nyisihin uang belanja buat beli oven sendiri yang lebih gede... :P )

The Idea just Popped Up

Gara-gara cuaca panas yang kurang bersahabat ini, malah akhirnya aku punya kesempatan bikin blog baru untuk aku isi apa aja deh yang aku seneng. Nggak cuma satu hal, tapi banyak hal menyangkut hobi-hobiku.

Aku pilih nama Dapur Cilikku, karena di rumahku dapur adalah tempat favorit keluarga. Di dapur nggak cuma bisa kenyang, tapi bisa puas ngobrol juga dengan ibu, bapak, suamiku, anak-anakku, saudara-saudaraku, bahkan teman-temanku juga kuundang untuk ngobrol di dapur. Biarpun berantakan, yang penting asik aja... (menurutku lho...)

Dan dari dapur, semuanya diolah menjadi hidangan yang bisa disantap, dinikmati, dipandang, dicium, disayang-sayang, pokoknya jadi apa aja deh....

So, just enjoy...