Tampilkan postingan dengan label KTT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KTT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Agustus 2010

My Two Lovely Princess

This time, I will not post about anything related with food and drink. I want to write about my lovely daughters. I did not realize that time really goes by so fast. I still remember how cute they are when they're still babies... I remember the time, the situation when I delivered them. Now, they have grown up as the most beautiful kids I have ever seen in my life.


Tita is my eldest daughter. She is six years old now and she is in first grade of elementary school. She grows high and quite tall for her age, but she is skinny... She loves to eat snack, and she really loves whatever I made for her. I don't know why she still skinny then... :-)
Tita loves being photograph by me n my hubby. She has her own favorite pose. Look how beautiful she is.... :-)


Nuna is my youngest daughter. She is three and a half years old now. She is in kindergarten, and loves to play puzzles. She is a picky eater and her favorite dish is shrimp and chicken nuggets. She doesn't like to eat rice very much. When I and my husband want to take a photograph of her, we have to direct her since she doesn't really like to pose. But when she finds the chemistry she will pose very beautiful. I love her chubby cheek... :-)

Some people says they are twins... LOL... what so ever, they have obvious differences... 
I love them more than anything in this world... Thank you Lord, for this unbelievable blessing...

Minggu, 15 Agustus 2010

Cornflakes Cookies

Sudah kebayang rasa legitnya kue kering dengan kepingan jagung didalamnya. Sudah lama sekali sejak aku pernah coba kue ini. Dan aku masih ingat rasa manis dan legitnya lumer di mulutku. Hmmm... nggak ada salahnya kan kalo kali ini aku coba.

Kebetulan di dapur ada persediaan cornflake. Biasanya aku selalu stok sereal untuk sarapan anak-anak. Tapi ternyata anak-anak nggak suka cornflake classic. Alasan mereka sih karena rasanya yang nggak manis. Padahal aku memang sengaja tidak memberi gula ke sereal mereka. Jadi daripada nggak kemakan, kubikin aja cookies, jadi ada kemungkinan anak-anak doyan.

Resep cookiesnya aku dapat dari buku karangan Yasa Boga dengan judul “Cookies, kue-kue kering klasik & modern”.
Buat newbie di bidang perkuehan kayak aku ini kadang masih suka salah menerjemahkan kalimat “kocok mentega, gula dan telur hingga lembut”, jadi deh aku kocok dengan speed agak tinggi sampai lembut banget. Makanya pas dipanggang kueku jadi mbeleber nggak karuan. Tapi untung sih rasanya masih OK. Maklum aja, aku belajar segala sesuatu secara otodidak. Guru-guruku adalah buku-buku dan internet… ;-)

Setelah matang dan kuangin-anginkan, jadilah dua toples cornflake cookies. Dan aku pun nggak bisa berhenti menikmatinya….



Cornflakes Cookies
By: Yasa Boga, Cookies, kue-kue kering klasik & modern

Bahan:
200 gr mentega/margarine
165 gr gula kastor
1 btr kuning telur
½ btr putih telur
½ sdt esens lemon/vanilla
¼ sdt garam
100 gr tepung terigu
100 gr sereal cornflake

Cara membuatnya:
- Kocok mentega, gula, telur, esens dan garam hingga lembut. Masukkan tepung terigu, aduk rata, masukkan cornflake, aduk rata.
- Dengan bantuan 2 sendok the, tuang dan tata adonan pada Loyang yang dioleh mentega/margarine,panggang dalam oven yang telah dipanaskan 120° Celcius selama ± 20 menit hingga kuning kecoklatan dan kering.

Minggu, 01 Agustus 2010

Papa's Favorite Snack: Pastel Goreng

Sudah lama sekali aku bermimpi punya sebuah Pasta Machine, sampai akhirnya aku kesampaian juga beli pasta machine baru. Merk sih aku belum terlalu peduli. Kebetulan ada teman yang kakaknya punya toko alat-alat rumah tangga. Kata beliau sih, ini pasta machine yang terbaik yang dia jual.

Akhirnya rencana bikin sendiri kudapan kesukaan papa terlaksana juga. Jadi lebih semangat lagi, ternyata didalam boksnya terdapat gift accessories yang isinya pemotong pasta kalau mau bikin ravioli, cetakan pastel, dan satu alat yang aku pengen banget punya juga, scrapper stainless... :-)hihihihi.... jadi nggak perlu beli deh...



Akhir pekan ini udah yakin banget nggak ada acara apa-apa karena papa pun lagi dinas keluar kota. Aku mau bikin pastel yang uenak banget. (menurut versiku lhoh...) Eh nggak taunya papa telpon mau pulang, yah tambah semangat bikin deh...

Dibantu dua asisten kecilku KTT dan DNN, aku coba juga bikin adonan kulitnya. KTT dan DNN seneng banget ganti-gantian muterin penggilingnya... hihihi jadi nggak capek kan...

Resep yang dipakai pastinya resep andalan dari NCC lah ya. Pernah dulu nyoba bikin tapi masih manual pakai rolling pin kayu gitu... wedew gempor juga rasanya lengan ini. Tapi dengan pasta machine ini, ayo aja mau bikin berapa banyak juga dijabanin... :P
Kendala saat ini adalah aku nggak punya sesuatu untuk mencetak yang berukuran diameter 10cm. Yang ada hanya sebuah stoples plastik kecil berdiameter kurang lebih 8.5cm. Ya sudahlah, dengan alat seadanya malah bisa jadi 35 pieces pastel goreng mini. Ya kalau untuk aku sih cukup 2 gigitan... hehehe mini banget ya...



So far, hasil yang kudapat sudah cukup memuaskan. Lain kali pasti aku akan bikin resep-resep yang pakai pasta machine... cheesestick, ravioli, sunpia.... hahaha sambil mikir resep yang lainnya... Adakah yang mau menyumbang resep?



Pastel Goreng
by: Fatmah Bahalwan, NCC

Bahan Kulit :
250 gr tepung terigu
40 gr margarin
100 cc air hangat kuku
tepung terigu untuk taburan
minyak untuk menggoreng

Isi :
3 sdm margarin, untuk menumis
4 bh bawang putih
10 btr bawang merah
150 gr daging ayam giling
75 gr wortel, potong dadu
75 gr buncis, iris 1/2 cm
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
100 cc susu cair
2 btg daun bawang, iris halus
3 btg seledri, iris halus
2 butir telur rebus, kupas, iris tipis.

Cara Membuat :
1. Isi : Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, masukkan daging ayam. Aduk rata.
2. Setelah berubah warna, masukkan wortel, buncis, garam, merica, gula. Tuangi susu, masak hingga matang. Masukkan daun bawang dan seledri. Aduk, angkat.
3. Campur semua bahan menjadi satu, uleni adonan hingga lembut dan dapat dibentuk.
Gilas adonan hingga setebal ± 1/4 cm di atas meja bertabur tepung terigu. Gara-gara pakai pasta machine aku keasikan giling sampai ketebalannya cuma 2 milimeter... :)
4. Cetak bentuk bundar bergaris tengah 10 cm. (Cetakan darurat cuma 8.5 cm)Isi dengan bahan isian, lalu bentuk biku-biku... halah biku-biku... pokoknya yang dicubit-cubit gitu, aku bisa juga gara-gara belajar bikin panada sama tetangga... :)

Rabu, 13 Januari 2010

Cerita yang tertinggal

Aduh, gini nih kalo nggak disempet-sempetin update blog... Jadi hilang deh ide cerita heboh yang mau di-share dengan teman-teman. Ya mudah-mudahan masih bisa cerita dengan runtut ya...

Akhir November, tepatnya tanggal 29 November 2009, sehari setelah ultah Papa, kami sekeluarga mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuat kami harus merelakan mobil kami nginap di bengkel kurang lebih satu bulan. Praktis banyak acara yang harus ditunda karena harus menyelesaikan semua urusan berkaitan dengan kecelakaan tersebut. Walaupun begitu kami semua bersyukur karena kami semua selamat, tidak ada luka sedikitpun akibat dari kecelakaan tersebut. Terima kasih Tuhan telah melindungi kami.

Dalam keadaan demikian, kami saling menguatkan karena ada banyak hal yang harus kami kerjakan selama bulan Desember. Beruntung ada Bapak dan Ibu yang selalu membantu kami. Diawali dengan pernikahan sepupu kami tanggal 6 Desember 2009 di Jogja, Ibu ingin saya membuatkan buah tangan yang bisa dinikmati seluruh keluarga. Ibu meminta saya membuatkan Brownies panggang andalan. Kue ini mau dibawa ke Jogja tanggal 4 siang. Saya baru bisa belanja bahan-bahan hari Rabu, 2 Desember. Ibu sempat bilang, kalau memang tidak sanggup tidak usah dipaksakan, mengingat kejadian mengerikan yang baru saja kami alami. Tapi saya bilang saya sanggup, dan ini menurut saya adalah salah satu cara agar bisa mengalihkan pikiran dari kejadian tersebut. Hari Kamis siang saya baru mulai bekerja sambil mengurus KTT dan DNN sekaligus. Rencananya saya mau bikin 5 resep, saya jadikan 10 loyang, tapi apa daya, baru emapt resep saya sudah kecapekan. Ya sudahlah, 8 loyang, mudah-mudahan cukup. Akhirnya Ibu senang bisa membawa buah tangan hasil karyaku...

Jumat, 4 Desember 2009, Ibu dan Bapak berangkat lebih dahulu ke Jogja. Saya baru berangkat hari Sabtu siangnya tanggal 5 Desember 2009, karena ada sesuatu yang harus di bereskan terlebih dahulu. Kami (Papa, saya, KTT dan DNN) mampir dulu untuk makan siang di rumah makan Ani di daerah Secang. Nggak sadar, ternyata ada pas Bibit Waluyo duduk di belakang saya... Hehehehe baru kali ini makan dekat pejabat... Sampai di Jogja, ternyata pas sekali dengan acara siraman selesai. Maklum, bawa anak kecil-kecil jadi dimaafkan... :-P Agak-agak kecewa juga sih nggak lihat prosesi siraman, yang biasanya pasti bisa membuat air mata saya menetes... (ih cengeng ya...)
Tapi yang bikin saya hepi sekali, ternyata hasil karya saya mendapat sambutan hangat dari semua yang menikmati brownies bikinan saya... Sayangnya nggak sempet difoto... Lain kali deh saya posting brownies andalan saya ini.


Sibuk sibuk sibuk, sampai hari Minggu deh, baru pulang, sampai rumah jam 11 malam. Aduh capek, nggak sempet mikir buat ulang tahun DNN besok paginya.... (Maaf ya De', tapi mama janji akan bikin sesuatu untuk DNN) Cerita selanjutnya di posting berikutnya ya....

Minggu, 01 November 2009

Cupcake pertama.... hihihi....MBLUDAKKKK

Siang tadi cuaca panaaaassss banget. Meskipun semalam hujan disertai angin turun cukup deras, tapi tak cukup meredam panas cuaca panas saat ini. Tanah pekarangan pun mengering lagi.

Bosan? Tentu saja... Mau keluar rumah juga malas saking panasnya. Enaknya ngapain ya?

Rencananya, mau jalan sebentar sama KTT (my eldest daughter) ke pasar. Tapi rasanya masih males banget keluar kamar. Wah, udah kadung (terlanjur) bilang sama KTT mau ke pasar. Akibatnya dia mulai deh nanya-nanya terus. Ayo ma, jadi nggak ke pasarnya?

Wah daripada ribet urusannya, aku ajak aja KTT ke dapur, bikin Cupcake. Hasil browsing juga dari milis NCC dan blognya mbak Rina Rinso (salam kenal ya mbak...). Lhoh?!?! ternyata di belakang KTT, papa ikutan ke dapur, mereka berdua bantuin pasang cup kertas ke cetakan bolu kukus. Ini gara-gara loyang muffin isi 12-ku nggak muat di oven pinjeman...hehehehe....belum cukup duitnya buat beli oven sendiri.

Mulai timbang-timbang bahan nih sesuai resep:

Cupcake Dasar
by Rina Rinso

150 gr margarine
150 gr gula kastor (aku pakai gula pasir, nggak diblender pula...)
175 gr tepung terigu Segitiga
3 btr telur
1 sdt Baking Powder
1 sdt vanili

Cara membuat:
- Panaskan oven, siapkan loyang muffin isi 12 diberi cup kertas (oven gak muat, aku pakai cetakan bolu kukus diberi cup kertas dan ditaruh di loyang kue kering)
- Masukkan semua bahan dalam kom, mixer bersama kurang lebih 5 menit.
- Sendokkan adonan ke dalam cup kertas, jangan sampai penuh kurang lebih 2/3-nya.
- Panggang dalam oven 180 derajat Celcius selama 18-25 menit.

Pada saat ngocok adonan sih kayaknya feelingku bilang bakal berhasil. Adonan kelihatan kental dan bagus sekali. Aku tambah 2 sendok makan choco chip atas permintaan KTT. Aduk balik adonan dengan spatula. Habis itu aku sendokin adonan ke cup kertas yang udah disiapin KTT sama Papa. Maksud hati ngikutin resep yang bilang pas untuk 12 buah cupcake, lho kok adonannya masih sisa dikit. Jadi deh aku tambahin dikit-dikit ke setiap cup. Saatnya memanggang.... :)

Lima menit pertama, terlihat dari kaca oven cupcake-ku baik-baik aja. Sepuluh menit kemudian mulai ngembang dikit, wuiih cantiknya.... udah ngebayangin dekorasi cupcake seperti kepunyaan member NCC yang super duper canggih. Tapi...lhoh!!??!! lima menit kemudian kok masih ngembang terus, wah sempet panik nih saat Papa ngingetin, tuh mam, kuemu meledak.... alamak... what happen nih??? Bener juga kata Papa, cupcake-ku MBLUDAAAKKKKK..... aaaahhh tidaaaakkk.... mana belum ada tanda-tanda mateng di tengahnya... hiks hiks hiks... akhirnya aku tunggu lagi lebih lima menit dari waktu yang disarankan di resep. Akhirnya mateng juga.

Setelah aku keluarin dari oven dan dingin, aku coba belah satu cupcake. Asyiiikkk.... yang bikin aku seneng, biarpun mbludak bin mbleber cupcake-ku enggak bantet.... Masuk deh ke kategori sukses... Hiyaaaa ini mah bisa-bisaannya aku aja... Kayak gini nih tampangnya cupcake mbleber...


Ini tampangnya setelah dibelah... Lumayan cantik kan???


Tambah seneng lagi pas pada nyicipin, KTT bilang enak, bapakku bilang enak, ibuku juga bilang enak... tinggal Papa dan DNN yang belum nyicipin...lagi asyik main PS sih...

Hobi Lama, Barusan Menggila

Nggak disangka, ternyata aku bisa juga ya bikin kue. Cobain bikin cake pertama kali (sepanjang sejarah masak-memasakku, nggak mau bikin cake karena takut bantet) pakai resep yang paling sederhana dan ekonomis, menurutku, supaya kalau bantet nyeselnya nggak kelamaan. Wah nggak taunya, langsung sukses!!! Biarpun masih ada kurang-kurang dikit, asal nggak bantet, menurutku itu sudah sukses. Hihihi... jadi ketagihan baking deh sekarang. Nggak percuma sering browsing, kumpulin resep-resep cake plus tips n triknya.

Selama hampir satu tahun ini aku gabung (meskipun pasif) dengan milis kuliner NCC. Dan aku nggak salah pilih, karena selain terbesar di Indonesia, milis ini menunjukkan banyak hal yang sebetulnya nggak perlu aku takuti untuk memulai sesuatu. Terima kasih ya NCC, kapan-kapan aku posting sesuatu deh di milis...

Dari web NCC, aku nemu banyak resep yang akhirnya udah beberapa yang aku coba. Dan sukses semua... waduuuuhhhh tambah sueneng deh. Biarpun kantong jebol buat beli bahan-bahan, yang penting puas dan nggak penasaran lagi. Soalnya selama ini cuma "bisa nggak ya, bisa nggak ya" melulu....

Pertama kali aku coba bikin buttercake dengan dua telur. Sukses, anakku bilang enak. Padahal bikinnya juga masih pake oven pinjeman. Dan pinjemnya nggak tanggung-tanggung, udah dari dua tahun yang lalu.... halah.... (Untung yang punya nggak hobi bikin-bikin kue...)
Kedua, setelah lebaran kemarin, si sulung (Kakak Tita/KTT) minta dibikinin nastar, karena dia suka banget kuker yang satu itu. Lagi-lagi pakai resep andalan dari NCC. Sukses lagi bo'.....
Aduuuhhh bakalan belanja bahan lebih banyak lagi nih. Untung hubby-ku baik banget, nggak pernah nanya kok uang belanja udah habis sebelum waktunya heheheehe...
Habis bikin Nastar, masih ada sisa putih telur. Dari hasil browsing NCC, ketemu tuh Lidah Kucing Keju. Aku bikin juga. Pertamanya sempet ragu lihat adonannya kok padat banget. Tapi gak apa deh. Dalam hati aku bilang, asal ikutin step-by-step kayaknya nggak bakal gagal deh. Dan ternyata hasilnya...... uenak tenan. Aku habisin sendiri satu stoples. hahahaha....
Dua hari kemudian aku berencana bikin brownies. Sudah browsing, aku penasaran dengan yang namanya Pennylane Brownies. Kok kayaknya terkenal banget. Akhirnya aku siapin bahan-bahan untuk bikin brownies ini. Pas dah siap mau bikin, nggak taunya aku harus tunda dulu karena ada urusan keluarga. Besoknya baru bisa bikin, itupun malem setelah KTT dan De' Nuna/DNN bobok. Paginya mereka harus masuk sekolah setelah libur lebaran.
Yang namanya brownies, aku dulu lumayan sering bikin juga, tapi rada males karena harus ngetim-ngetim coklat segala. Tapi resep Pennylane Brownies ini nggak pakai DCC, jadi aku seneng-seneng aja nyoba. Hasilnya bisa ditebak deh pasti... sukses berat. Dan animo keluarga tercinta sangat menggembirakan. Apalagi teman-temanku sesama ibu-ibu di sekolah anakku keesokan harinya....

Aduuuuhhhh indahnya dunia...... dalam waktu satu minggu setelah punya niat, aku udah coba empat resep NCC: Buttercake 2 telur, Ananas Tart, Lidah Kucing Keju, dan Pennylane Brownies.... betapa kalapnya diriku... (sambil berpikir untuk nyisihin uang belanja buat beli oven sendiri yang lebih gede... :P )